PLN akan Impor Gas dari Qatar dan Malaysia
Rabu, 02 Mei 2007 16:03 WIB
Palu -
Untuk mengatasi kekurangan pasokan gas pada 2012, PT PLN (persero) berencana mengimpor gas dari Qatar dan Malaysia. Hal tersebut disampaikan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman disela-sela peresmian pembangkit dan beberapa proyek lainnya di Palu, Rabu (2/5/2007).Pada 2012 PLTGU repowering PLN diperkirakan akan kekurangan pasokan gas (shortage). PLTGU tersebut adalah Muara Karang, Muara Tawar, Tanjung Priuk, dan Cilegon. Kekurangan terjadi karena beberapa pembangkit itu akan selesai kontrak pasokan gasnya di 2012. Shortage diperkirakan mencapai 700 mmscfd. Hingga saat ini baru sekitar 200 mmscfd yang dipastikan bisa memasok PLTGU Muara Karang dan Tanjung Priuk. Untuk tambahannya, direncanakan akan mengambil gas dari lapangan Suban 3 sebanyak 300-400 mmscfd. Sisa kekurangannya akan menggunakan LNG. "Tapi Suban 3 sampai sekarang masih di-sounding. Kita masih bicara harga dan volumenya," ujarnya. Jika PLN tak kunjung bisa mendapatkan gas dari Suban 3, maka PLN berencana mengimpor gas dari luar negeri. Diantaranya dari Qatar dan Malaysia. "Kalau perlu dari luar (negeri). Sudah banyak kita melakukan pendekatan, misalnya dengan Qatar, Australia. Itu sudah banyak pendekatan-pendekatan dengan pihak yang punya hubungan," tegas Ali. Ia menambahkan, sebenarnya kekurangan gas sudah terjadi saat ini sehingga PLN terpaksa menggerakkan beberapa pembangkit yang duel fuel dengan BBM. "Shortage 2012, tapi sekarang saja sudah shortage, makanya kita pakai BBM," ujarnya.
(lih/qom)










































