Konsumsi Karet Nasional Melampui Target
Rabu, 02 Mei 2007 16:14 WIB
Jakarta - Konsumsi karet dalam negeri ternyata melebihi target Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo). Pada 2006 prediksi konsumsi yang hanya 250 ribu tonternyata mencapai 355 ribu ton menyusul bergairahnya sektor industri yang berbahan baku karet seperti ban, sarung tangan karet dan alas kaki.Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Gabungan perusahaan Karet Indoensia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo disela-sela acara International Trade Fair No 1 for Plastic and Rubber Worldwide di Hotel Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (2/5/2007)."Selama ini kita under estimated terhadap daya serap karet dalam negeri. Setelah dievaluasi angkanya oleh Depperin ternyata konsumsi tahun lalu di luar dugaan besar sekali yang diprediksi hanya 250 ribu ton tapi dari data asosiasi ban, alaskaki, sepatu, sarung tangan konsumsi mencapai 355 ribu ton," ujar Suharto.Menurutnya konsumsi itu mencapai 14 persen dari produksi 2,6 juta ton pada tahun 2006. Padahal target semula hanya 10 persen. Namun angka konsumsi ini masih jauh di bawah dibanding Malaysia yang kebutuhan dalam negerinya mencapai 40 persen.Sementara prediksi konsumsi tahun ini diperkirakan akan tumbuh 10 persen seiring menggeliatnya sektor otomotif yang dipastikan membutuhkan pasokan karet untukkomponen otomotif dan bahan baku ban."Forecast awal tahun ini produksi akan surplus 200 ribu ton. Kemungkinan konsumsi lebih bagus bisa tumbuh 10 persen," katanya.Ekspor karet tahun lalu sebanyak 2,2 juta ton dengan nilai US$ 4,32 miliar. "Tahun ini ditargetkan minimum naik 6 persen ekspor kita, saat ini harga komoditi sedang bagus mencapai US$ 210 sen per kilogram padahal tahun lalu hanya US$ 187 sen per kilogram," jelas Suharto.
(arn/ir)











































