PLN Tagih Rp 206 M ke Lapindo

PLN Tagih Rp 206 M ke Lapindo

- detikFinance
Rabu, 02 Mei 2007 17:29 WIB
Palu - PT PLN (persero) menagih Rp 206 miliar ke PT Lapindo Brantas untuk memulihkan perlistrikan di sekitar daerah bencana lumpur Sidoarjo. Surat tagihan telah dilayangkan sekitar 3 minggu lalu dan hingga kini belum mendapat jawaban.Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim usai peresmian pembangkit dan beberapa proyek lain di Palu menjelaskan, biaya yang ditagih adalah untuk memulihkan sistem listrik agar berfungsi seperti semula. "Rp 206 miliar itu untuk memulihkan agar berfungsi kembali seperti semula," ujar Herman, Rabu (2/5/2007).Herman menjelaskan, biaya yang ditagih diantaranya meliputi relokasi jalur transmisi dan distribusi ke Porong-Bangli. Selain itu juga pembangunan gardu induk baru yang belum ditentukan lokasinya. Sejumlah infrastruktur PLN memang tidak berfungsi karena lumpur tersebut. Gardu Induk di Porong misalnya, yang tidak bisa beroperasi karena terendam lumpur, dan transmisi serta distribusi yang tidak berfungsi karena pelangganya terendam lumpur. Herman mengakui bahwa tagihan ini merupakan inisiatif PLN. Namun ia tetap memberitahukan ke Menneg BUMN dan Menteri ESDM. Sebelumnya PLN juga sudah menagih Rp 6,5 miliar ke Lapindo. Namun jumlah itu tidak memperhitungkan bencana ini akan berdampak sedemikian besar. Tagihan itupun hingga kini baru dibayar sebagian. (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads