RI Protes Rencana Korsel Naikkan BMAD Kertas

RI Protes Rencana Korsel Naikkan BMAD Kertas

- detikFinance
Rabu, 02 Mei 2007 19:05 WIB
Jakarta - Korea Selatan (Korsel) berencana menaikkan bea masuk anti dumping (BMAD) kertas asal Indonesia menjadi 19-20 persen, dari sebelumnya 2-8 persen. Indonesia pun protes keras.Hal tersebut disampaikan Direktur Pengamanan Perdagangan Departemen Perdagangan Martua Sihombing yang ditemui wartawan di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (2/5/2007)."Otoritas Korea menilai para pengusaha kita yang dituduh melakukan dumping tidak bekerjasama dalam sunset review (evaluasi pasca penerapan bea masuk anti dumping) terhadap kertas yang sudah dikenakan sejak tahun 2003. Mereka berniat menaikkan BMAD," urainya. Ia menjelaskan, produsen kertas asal Indonesia yang dikenakan BMAD adalah PT Sinar Mas dan PT Riau Andalan Pulp and Paper. Melalui World Trade Organisation (WTO), Korsel telah menotifikasi rencana peningkatan BMAD kertas tersebut. Sementara Indonesia juga sudah menyatakan keberatan atas keputusan tersebut karena tdak menggunakan data dari kedua pihak. "Mereka hanya mengambil data dari Korea sendiri dan trader kertas Indonesia. Mereka menganggap data itu data produsen. Kita sudah mengutarakan keberatan itu, tapi mereka belum memberi tanggapan," ungkapnya. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads