Pasar Finansial Kebal Reshuffle
Kamis, 03 Mei 2007 10:20 WIB
Jakarta - Pelaku pasar finansial tidak terlalu antusias menanggapi rencana reshuffle kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasar melihat tim ekonomi kabinet SBY tidak akan mengalami perubahan banyak. Reshuffle ekonomi hanya terbatas di beberapa posisi."Selama ini pasar masih menduga tim ekonomi tidak banyak berubah jadi ini yang menjadi pegangan. Kalau yang diganti Menneg BUMN itu kan sudah kabar lama, jadi pasar tidak kaget," kata pengamat saham Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Kamis (3/5/2007).Senada dengan Edwin, Ekonom Citibank Anton Gunawan juga menilai gejolak reshuffle di pasar hanya kecil. Alasannya, reshuffle tim ekonomi hanya dilakukan terbatas pada orang-orang tertentu yang sudah menjadi rahasia publik seperti Menneg BUMN dan Menakertrans."Sejauh ini kebijakan ekonomi masih jalan, meskipun ada kritikan soal lambatnya pelaporan APBD dan dana pendidikan yang minim tapi itu diluar kemampuan mereka karena menyangkut banyak hal," kata Anton.Menurut Anton, pasar tidak terlalu berharap banyak akan ada perubahan signifikan setelah reshuffle. Kondisi pasar saham dan rupiah pun akan tetap bergerak wajar sesuai mekanisme pasar.Namun pengamat ekonomi Fadhil Hasan menilai sebaliknya. Menurutnya, semua tim ekonomi layak dirombak karena masalah utama bangsa saat ini adalah ekonomi rill yang tidak bergerak."Kalau pasar finansial itu kan semu, yang penting tim ekonomi itu harus bisa menggerakkan sektor rill yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang banyak," katanya.Fadhil berharap pemerintah jangan hanya menganakemaskan pasar finansial sehingga seluruh kebijakan yang diambil menjadi pro pasar."Saya bukannya anti pasar, tapi yang lebih penting saat ini bagaimana menggerakkan ekonomi yang nyata," tandasnya.
(ir/qom)











































