Reshuffle di Ambang Pintu, Sugiharto Pamer Kinerja
Kamis, 03 Mei 2007 12:37 WIB
Jakarta - Setiap kali ada rencana pergantian menteri (reshuffle), nama Menneg BUMN Sugiharto selalu muncul. Peluang mantan direktur keuangan Medco ini untuk lolos dari daftar menteri yang dicoret kali ini pun jadi tanda tanya.Sugiharto yang oleh banyak kalangan dinilai paling layak diganti juga sepertinya sudah siap-siap mental. Dalam setiap acara Sugiharto pun selalu menjawab seputar reshuffle dirinya. Berikut wawancara wartawan dengan Sugiharto seputar resfuffle dirinya di sela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2007 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/5/2007). Pak bagaimana tentang kabar reshuffle ?Ini kan pengabdian, semua amanah itu ujung-ujungnya dari Yang Maha Kuasa, saya kira sederhana saja, Tuhan Yang Maha Esa tahu kapan kita memulai, kapan kita mengabdi, dan kapan kita selesai.Apa sudah ada desakan Bapak untuk mundur ?Saya kira pertanggungjawaban kinerja sudah dilakukan pada akhir tahun, kemudian kita melakukan kajian terhadap kinerja yang dihadiri presiden tentang bagaimana kinerja BUMN dalam 2 tahun terakhirKeuntungan BUMN sampai saat ini berapa ?Bayangkan keuntungan naik dari Rp 40 triliun menjadi 54 triliun, kemudian setoran APBN dari Rp 54 triliun pada tahun 2004 naik menjadi Rp 69 triliun. Jadi saya kira ukuran itu dapat dilihat dalam laporan BUMN dan indeks terakhir.Apakah itu akan jadi bargain Bapak untuk tetap jadi menteri ?Saya kira Bapak Presiden sangat cerdas untuk menilai kinerja masing-masing menteri. Saya kira saya sudah bekerja seoptimal mungkin dan selebihnya sesuai UU adalah prerogatif Presiden untuk menilai apakah saya berkinerja sesuai keinginan.Berarti kalau Bapak diganti karena Presiden tidak percaya ?Anda jangan membalikkan kata seperti itu, saya haqqul yaqin bahwa yang berkinerja baik tentu akan tetap dipertahankan oleh Presiden.Bapak sudah siap direshuffle ?Ya saya sangat siap, sebab jabatan itu amanah.Pak sudah ada pemberitahuan dari Presiden untuk melarang para menterinya keluar kota ?Pada dasarnya iya, diinstruksikan pada Minggu malam kemarin.
(ddn/ir)











































