Purnomo: Industri Harus Taat pada Neraca Gas
Jumat, 04 Mei 2007 10:10 WIB
Jakarta - Pemerintah menyarankan agar kalangan industri mengikuti peta gas nasional yang tercantum dalan neraca gas. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kekurangan pasokan gas yang sering dikeluhkan industri. "Jadi industri yang mengikuti energi, bukan energi yang ikuti industri," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam peluncuran neraca gas di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (4/5/2007) . Berdasarkan neraca gas yang diluncurkan, Purnomo menyarankan industri sebaiknya dikembangkan di daerah surplus gas seperti Sulawesi, Jatim. Sementara untuk daerah yang kekurangan gas, Purnomo menyatakan bahwa hal itu bukan berarti ada kesenjangan masalah supply-demand semata, namun bisa jadi karena masalah teknis. Ia mencontohkan Jawa Barat yang memiliki banyak industri keramik dan sering dikomplain karena seretnya pasokan gas. "Di daerah ini sumbangsihnya positif, tapi terkendala infrastruktur," ujarnya. Dari neraca gas, Jawa Barat digabung dengan Sumatera bagian Tengah dan Selatan. Suplai untuk kawasan ini mencapai 2.413,8 mmscfd, sedangkan permintaannya 2.261 mmscfd, sehingga ada surplus 152,8 mmscfd. Dalam peluncuran ini hadir pula Dirjen Migas Luluk Sumiarso, Kepala BP Migas Kardaya Warnika, dan para pembeli seperti PLN, Pusri, PGN, serta para KPS seperti Pertamina, Exxon, dll.
(lih/qom)











































