Menteri PU Mencari Daerah Dengan Potensi Irigasi Besar
Jumat, 04 Mei 2007 14:43 WIB
Jakarta -
Departemen Pekerjaan Umum (PU) berniat membangun infrastruktur irigasi yang besar. Namun rencana tersebut terkendala berkurangnya debit air sungai untuk membuat pembangunan irigasi besar.Irigasi yang diharap bisa mengairi persawahan minimal 50.000 ha sulit dilakukan.Hal tersebut disampaikan Menteri PU Djoko Kirmanto usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2007 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/5/2007)."Menteri PU tidak pernah membangun irigasi yang besar seperti dulu, sekarang kalau kita lihat di daftar saya tidak ada lagi potensi daerah yang bisa dibangun irigasi besar-besar," ujarnya.Oleh karena itu, Djoko meminta kepala daerah segera melapor ke PU jika ada daerahnya yang memiliki potensi sungai dan area persawahan yang butuh irigasi untuk segera dibangun oleh PU. Pembangunan irigasi ini perlu untuk meningkatkan produktivitas lahan persawahan."Saya minta gubernur dan kepala dinas di daerahnya jika ada sungai yang berpotensi dikembangkan irigasi, beri tahu Jakarta akan saya tangkap," ujarnya.Berdasarkan data Departemen PU untuk Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan sudah tidak ada lagi aliran sungai besar yang bisa mengairi sawah dengan luas ribuan hektar."Di data saya hanya Aceh, ada cuma 13.000 ha sawah yang bisa diari, di Sumut ada ribuan hektar," ujarnya.Untuk Kawasan Indonesia Timur, seperti Papua masih berpotensi cukup besar untuk area persawahan dan pembangunan irigasi, namun yang menjadi kendala tidak ada SDM alias petani untuk mengerjakan sawah."Masalahnya petaninya siapa, harus transmigrasi dulu, kalau dibangun sekarang juga mubazir," ujarnya.
(ddn/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































