Harga Beras Masih Stabil

Harga Beras Masih Stabil

- detikFinance
Sabtu, 05 Mei 2007 12:21 WIB
Jakarta - Harga beras di Pasar Induk Cipinang masih stabil menyusul normalnya pasokan dari daerah. Harga beras untuk jenis IR 64 sudah turun menjadi Rp 4.300 per kg. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Samsul Hilataha, di sela-sela acara kunjungan Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu di Pasar Induk Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (5/5/2007). "Harga beras IR 64 telah menuruni penurunan dari Rp 5.300 menjadi Rp 4.300 per kg, hal ini karena ada berita bahwa Bulog gencar untuk melakukan operasi pasar (OP)," jelasnya. Samsul menambahkan, stok beras untuk wilayah Jakarta yang masuk ke pasar Induk Jatinegara cukup normal dengan volme sebesar 2.000 hingga 3.000 ton per hari. "Dan ini cukup untuk memenuhi stok Jakarta, hal ini karena stok daerah kembali normal," jelasnya. Rata-rata beras yang masuk ke Pasar Induk Cipinang pada bulan April adalah sebesar 2200 ton per ton. "Meskipun panen raya mundur 2 bulan, karena baru panen akhir Mei, tapi stok beras cukup, sekarang sedikit saja panennya," ujar Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu di saat yang sama. Sementara Samsul memperkirakan perkembangan stok akan stagnan hingga Juli mendatang. "Tapi di Agustus dan September pemerintah harus memperhatikan stok beras karena masa paceklik dan ini akan berpengaruh meningkatkan harga," ujarnya. Nelly Soekidi, seorang pengusaha beras di pasar induk Cipinang mengatakan bahwa harga beras saat ini stabil. "Harga stabil Rp 100 di atas HPP, kualitas beras di sini di atas kualitas beras Bulog, tapi kadar air di bawah beras Bulog," jelasnya. Ia menambahkan, harga beras yang saat ini di level Rp 4.100 per kg sudah cukup ideal. "Di Jakarta harga maksimal Rp 4.500 (per kg), yang terpenting adalah stok aman dan dijaga pada masa paceklik atau non panen di bulan Agustus dan September, kita harap Bulog siap untuk itu," jelasnya. Dia mengatakan, jika stok beras di Pasar Induk Jatinegara turun di bawah 1500 ton per hari, maka harga akan mulai naik. "Jika stok di bawah 1500 ton per hari, itu adalah sinyal kenaikkan harga beras, jadi Bulog harus bisa mempertahankan stok berasnya untuk menghadapi masa paceklik," ujarnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads