OP Bidik Harga Minyak Goreng Rp 6.500 per Kilogram
Sabtu, 05 Mei 2007 13:32 WIB
Jakarta - Operasi pasar (OP) yang digelar disejumlah wilayah berhasil menurunkan harga minyak goreng, meski belum terlalu signifikan. Kedepan, harga minyak goreng diharapkan bisa turun menjadi Rp 6.800-6.500 per kilogram.Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela mengunjungi pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (5/5/2007)."Jadi kita harus memantau terus, ini kan baru 2 hari berjalan, memasok 40 persen lebih banyak dari pasokan per bulan ke kota-kota utama. Targetnya dalam bulan ini harga bisa turun Rp 6.800 hingga 6.500, pada saat yang bersamaan mereka melakukan OP selama bulan ini," ujarnya.Hartono, seorang agen minyak goreng curah di pasar Jatinegara juga mengakui bahwa harga sudah mulai turun. "Dalam 2 hari ini harga dari agen turun dari Rp 7.374 menjadi Rp 7.220, ditingkat pengecer juga mulai turun dari harga Rp 8.000," ujarnya.Dari hasil pemantauan Departemen Perdagangan di sejumlah pasar di Jakarta, harga minyak goreng di tingkat pengecer dalam negeri memang menunjukkan kenaikkan yang cukup signifikan dalam empat bulan terakhir. "Masalah minyak goreng itu bukan karena pasokan tapi karena harga dunia meningkat sehingga harga dalam negerinya ikut naik," jelas Mari.Ia mengungkapkan, produksi minyak nabati di tingkat dunia menurun. "Hal ini ditandai dengan produksi Malaysia dimana pada bulan Maret 2007 berkurang hingga 22 persen dibanding bulan Maret 2006," jelasnya. Karena itu, Mendag telah bertemu dengan para pelaku usaha di bidang kelapa sawit dan minyak goreng untuk meredam harga minyak goreng dalam negeri. "Seperti sudah kita sepakati dengan produsen CPO dan minyak goreng untuk menekan harga di dalam negeri mereka menjamin pasokan cukup untuk dan dengan harga yang lebih rendah daripada harga dunia," ungkapnya. Dia menambahkan bahwa dari pertemuan tersebut juga disepakati bahwa para pelaku usaha akan melakukan operasi pasar minyak goreng dengan menjamin pasokan CPO/minyak goreng ke daerah Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar dan Medan. "Dengan minimal 100 ribu ton dengan hitungan harga jual CPO dan biaya pemrosesan yang ditekan pada marjin harga tertentu sehingga bisa dijual di tingkat eceran Rp 6.500 hingga 6.800 per kg untuk minyak curah," tambahnya.
(dnl/qom)











































