Pertemuan Menkeu ASEAN+3 Bahas Serangan Spekulasi

Pertemuan Menkeu ASEAN+3 Bahas Serangan Spekulasi

- detikFinance
Sabtu, 05 Mei 2007 14:10 WIB
Kyoto - Menteri keuangan ASEAN plus Cina, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) atau ASEAN+3 pada Sabtu (5/5/2007) menggelar pertemuan di Kyoto, Jepang.Pertemuan tersebut antara lain mengagendakan pembahasan tata cara untuk mempermudah utang piutang dana darurat guna menghadang serangan spekulasi. Selama ini, ASEAN+3 telah menjalin kerjasama terkait swap bilateral, yakni pinjam meminjam untuk saling memperkuat cadangan. Program tersebut telah dirintis sejak tahun 2000.Masalah lain yang akan dibahas kerjasama pasar obligasi Asia dan penguatan aliran modal didalam sistem ekonomi yang lebih terbuka.Pertemuan ini sekaligus memperingati 10 tahun krisis finansial Asia. Seperti diketahui, setelah 10 tahun, negara-negara Asia kini sedang mengalami surplus yang besar dan membengkaknya cadangan devisa menyusul gairah ekspor yang luar biasa.ASEAN+3 sepakat untuk membangun skema bilateral curency swap, yang dimaksudkan untuk memperkuat cadangan hingga krisis berlalu.Namun kini, jumlah cadangan devisa Asia terus membengkak dan mencapai US$ 2,7 triliun, dengan Cina memimpin jumlah terbesar hingga US$ 1 triliun. Sementara Indonesia mencapai US$ 49 miliar."Sekarang setelah 10 tahun krisis ekonomi, ada indikasi aliran modal baru masuk kembali ke Asia. Banyak likuiditas di level dunia dan regional," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/5/2007)."Pertanyaannya adalah, bagaimana kita berhubungan dengan masalah ini," ujar Sri Mulyani dalam seminar disela-sela pertemuan tahunan ADB.Menteri Keuangan Jepang, Cina dan Korsel dalam pertemuannya Jumat, 4 Mei kemarin sepakat untuk meningkatkan kerjasama finansial untuk mencegah gejolak mata uang regional dan menyokong intergrasi ekonomi yang lebih kuat. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads