Tim Ekonomi Dianggap Belum Bisa Jebol Gawang Lawan

Tim Ekonomi Dianggap Belum Bisa Jebol Gawang Lawan

- detikFinance
Sabtu, 05 Mei 2007 14:43 WIB
Jakarta - Tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu dinilai sudah bagus kinerjanya. Sayangnya, kinerja yang baik itu baru sebatas bertahan, dan belum mampu membobol gawang lawan."Menteri ekonomi ada dua, yang bertanggung jawab terhadap stabilitas ekonomi dan menteri yang tanggung jawab untuk menggolkan gawang lawan," jelas ekonom Faisal Basri disela-sela seminar di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/5/2007).Maksudnya? "Pengangguran dan kemiskinan," jelas Faisal.Faisal justru menilai tim ekonomi tidak seharusnya dirombak, kecuali untuk Menneg BUMN Sugiharto. "(Sugiharto) itu sih memang bukan pantas lagi, tapi wajib," kritiknya.Ia justru bertanya kepada wartawan, apa yang diragukan dari tim ekonomi saat ini. "Anda lihat saja secara faktual setahun terakhir ini bagaimana tim ekonomi itu. Nilai tukar sekarang berapa? Cukup bagus," tegasnya."Nah, yang nggak bekerja adalah menteri sektoralnya yaitu BUMN, Pertanian dan perindustrian. Yang nggak bagusnya kan sinerginya," tambahnya.Untuk sektor perdagangan, Faisal memuji kinerja Mendag Mari Pangestu yang sukses membuat nilai ekspor Indonesia tembus US$ 100 miliar di tahun 2006. "Walaupun bu Mari tadi dengan rendah hati mengatakan itu bukan karena saya, tapi karena harga komoditas," tegasnya.Untuk tim ekonomi dianggap sudah kuat pertahanannya dan jarang kebobolan. "Ini terlihat dari kurs dan inflasi. Tapi lucunya, kita nggak pernah membobol gawang lawan. Jadi paling-paling bisa draw," seloroh Faisal.Faisal juga mengaku sudah mendapat bocoran bahwa tim ekonomi tidak akan direshuffle, kecuali Sugiharto. Sementara Menko Perekonomian Boediono juga tidak akan mundur.Tahu dari mana? "Saya hanya bisik-bisik doang mengenai bocoran yang bertahan saja. Tapi kalau untuk yang diganti hanya pak SBY yang tahu," ungkapnya.Pengamat ekonomi Iman Sugema juga meyakini tim ekonomi tidak akan dirombak. "Feeling saya, tim ekonomi itu tidak akan dirombak. Presiden mungkin hanya akan mengganti menteri yang sakit saja," jelasnya kepada detikFinance. Padahal, lanjut Iman, yang diinginkan masyarakat adalah perbaikan ekonomi, dan tim ekonomi tidak memberikan perbaikan. Artinya, yang harus diubah harusnya tim ekonomi. "Secara pribadi, saya merasa harusnya ada perombakan total di tim ekonomi. Kalau tidak ya, percuma saja. Kemiskinan tidak tertanggulangi, infrastruktur pun compang camping," tegasnya. (qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads