Terminal Sempra Final, Kiriman Gas Tangguh Tak Dipercepat
Senin, 07 Mei 2007 14:38 WIB
Jakarta - Sempra Energy Mexico yang merupakan salah satu pembeli gas dari Tangguh, Papua telah menyelesaikan pembangunan LNG (Liquified Natural Gas) Receiving Terminal di West Coast, AS yang selesai lebih cepat.Meski terminal LNG tersebut sudah bisa menerima kiriman gas, namun pemerintah tidak akan mempercepat pengiriman gas Tangguh. Gas dari Tangguh tetap akan dikirim sesuai jadwal pada akhir 2008 atau awal 2009.Sebelumnya terminal milik Sempra direncanakan selesai pada triwulan kedua tahun depan. Namun dengan perkembangan seperti saat ini, Sempra yakin terminal bisa selesai pada triwulan pertama 2008.Deputi Finansial dan Ekonomi Edi Purwanto BP Migas menyatakan hal tersebut usai mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dan Kepala BP Migas Kardaya Warnika bertemu dengan perwakilan Sempra."Mereka (Sempra) datang kesini melaporkan kemajuan LNG terminal di West Cost. Cukup bagus, kemungkinan bisa selesai lebih cepat," ujarnya di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (7/5/2007).Edi menegaskan, walau pembangunan terminal bisa selesai lebih cepat, pengiriman gas dari Tangguh tetap akan dilakukan setelah kilang LNG Tangguh selesai.Dengan begitu, pengiriman LNG baru bisa dilakukan pada akhir 2008 atau awal 2009. "Pengirimannya tetap tunggu Tangguh selesai. Akhir 2008 atau awal 2009," ujarnya.Sedangkan terkait rencana pengalihan gas dari jatah yang seharusnya dikirim ke West Coast, Edi membantah adanya pembicaraan tersebut."Tidak disinggung sama sekali soal divert (pengalihan). Hanya soal konstruksi terminal di West Coast," ujarnya.Menurutnya, sejauh ini volume yang akan dikirim ke West Coast tetap sesuai kontrak. Pengalihan bisa terjadi hanya jika ada pembeli baru dengan harga yang lebih tinggi."Kalau harganya sama, ngapain di-divert/i>?" ujarnya.Kontrak jual beli gas jangka panjang dari Lapangan Tangguh yang dikerjakan BP terdapat empat pembeli. Keempat pembeli meliputi Fujian LNG China sebanyak 2,6 juta ton per tahun, K-Power Korea hingga 0,6 juta ton/tahun, POSCO Korea sebanyak 0,55 juta ton/tahun dan Sempra Energy Mexico sebesar 3,6 juta ton/tahun.
(lih/ir)










































