KPPU Tak Mau Seriusi Surat Permintaan Dana ke Altimo
Selasa, 08 Mei 2007 11:13 WIB
Jakarta -
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan untuk tidak menanggapi secara serius tentang beredarnya surat permintaan dana ke perusahaan telekomunikasi Rusia, Altimo.Menurut Anggota KPPU Syamsul Maarif, keputusan itu diambil setelah mempelajari surat yang beredar tersebut. "Saya sudah tanyakan terhadap beberapa sumber, salah satunya Pak Nawir Mesi yang namanya tertera dalam surat itu. Mereka menyatakan surat itu tidak benar, dan kita putuskan tidak usah mem-follow up surat semacam itu," jelasnya kepada detikFinance, Selasa (8/5/2007). Dalam surat tersebut, KPPU disebut-sebut meminta dana untuk penanganan biaya perkara terkait penyelidikan Temasek kepada Altimo. Permintaan dana itu dikarenakan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk KPPU belum turun.Surat tersebut bernomor 601/TPP-KPPU/IV/2007 tertanggal 3 April 2007 dan ditandatangani Nawir Messi, wakil ketua KPPU.Surat tersebut ditujukan kepada Soeharto, Chief of Representative Altimo Consulting Ltd, dengan alamat Wisma GKBI Lantai 40 Suite PH01A. Isi surat tersebut antara lain:"Sesuai dengan kesepakatan rapat antara Ketua KPPU, Direktur Penegakan Hukum, Tim Pemeriksa Perkara Nomor 07/KPPU-L/2007 dan perwakilan Altimo, dengan ini kami mohon bantuan dana untuk membiayai pemeriksaan perkara tersebut, karena dana yang disediakan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja tidak pernah mencukupi" demikian bunyi surat yang diterima detikFinance.Altimo sendiri sudah mengeluarkan bantahan atas surat tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, VP Corporate Communications Altimo, Kirill Babaev menyatakan, sebagai salah satu perusahaan berskala internasional, Altimo selalu mematuhi segala hukum dan peraturan yang berlaku di negara tempatnya berinvestasi.Hal senada disampaikan oleh Syamsul. "Kita masih punya prioritas lain yang lebih penting. Ternyata setelah saya cek, kami sering mendapatkan teror-teror semacam ini, lewat surat bisa juga telpon. Biasanya, surat-surat semacam ini untuk mengintervensi pemeriksaan yang dilakukan KPPU. Jadi ya buat apa kita follow up," tegasnya. Altimo yang merupakan anak usaha Alfa Group Rusia saat ini tengah menjadi perhatian karena dikabarkan akan membeli saham Indosat. Kabarnya, Altimo akan membeli 42 persen saham Indosat yang saat ini dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia (STT). Altimo juga dikabarkan telah menyiapkan dana sekitar US$ 2 miliar untuk rencana tersebut.
(qom/ir)










































