Gas untuk Industri Keramik Seret

Gas untuk Industri Keramik Seret

- detikFinance
Selasa, 08 Mei 2007 12:17 WIB
Jakarta - Masalah klasik minimnya pasokan gas untuk industri keramik belum juga teratasi. Hingga kini industri keramik belum mendapat pasokan gas maksimal untuk bahan baku utamanya. Dari total kebutuhan gas industri keramik nasional yang sebesar 42 juta mmbtu per bulan, baru dapat dipasok sebesar 65 persenya saja.Padahal industri keramik merupakan salah satu andalan penunjang perekonomian nasional, baik melalui perolehan devisa maupun penyerapan tenaga kerja.Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, seusai membuka pameran produk keramik Indonesia, di Departemen Perindustrian (Depperin), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/5/2007)."Nilai ekspor produk industri selama 2006 mencapai US$ 78 miliar atau naik 19 persen dari 2005, khusus keramik pada 2006 mencapai US$ 288 juta atau meningkat 5 persen dari 2005," ujar Fahmi.Dipaparkan Fahmi, industri ini masih mengahadapi beberapa masalah dalam pengembangannya yakni suplai gas yang belum maksimal dan masih adanya penyelundupan. "Untuk beberapa daerah sudah dijanjikan suplai gas cukup misalnya Banten dengan menarik pipa dari Jambi ke sepanjang Banten, Tangerang dan kawasan industri Jawa Barat, terlebih dahulu. Namun diduga sumber gasnya belum ada yang baru, jika tidak dicari segera maka pasokan akan kembali turun," urai Fahmi.Oleh karena itu Depperin telah mengusulkan departemen ESDM untuk meningkatkan eksploitasi maupun eksplorasi sumur baru dan meningkatkan produksi sumur yang lama. Dilanjutkan Fahmi, untuk masalah penyelundupan, pemerintah kini telah menerapkan safe guard atau perlindungan bagi industri keramik, yaitu peningkatan impor dalam tempo 3 tahun, dan impor melebihi 300 persen dari ketentuan normalnya.Produk-produk dari industri ini antara lain adalah ubin, saniter, genteng, tableware, dan keramik hias. (hdi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads