Pertamina Keberatan Marjin Distribusi BBM Diturunkan
Selasa, 08 Mei 2007 14:04 WIB
Jakarta - Pertamina keberatan dengan pengurangan marjin distribusi BBM subsidi dari 14,1% menjadi 13,5%. Penurunan itu dirasa memberatkan karena marjin distribusi berlaku sama untuk seluruh wilayah.Dirut Pertamina Ari Soemarno menyatakan hal tersebut usai menandatangani perjanjian kerjasama Corporate Card antara Pertamina dan Mandiri di Auditorium Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Selasa (8/5/2007). "Untuk sementara perhitungan kita mepet, karena marjin itu berlaku di seluruh Indonesia. Di Papua kita dapat segitu, di Jakarta juga dapatnya segitu," ujarnya. Dengan marjin yang sama tersebut, lanjut Ari, biaya distribusi untuk ke daerah-daerah tertentu lebih sulit. Apalagi saat ini harga BBM oktan tinggu sedang naik karena musim panas. Kenaikan tersebut juga menyeret naiknya harga premium. "Padahal kita tetap harus jual MOPS plus marjin. Makanya kita tekan terus biaya distribusi," ujar Ari. Secara terpisah, Jubir Shell Wally Saleh menyatakan marjin 13,5% sebenarnya sudah sangat menarik untuk pengembalian investasi internal perusahaan. "Untuk return on investment kalau diatas 10, 11 atau 12 gitu sudah menarik, tapi untuk keuntungan harus dihitung lagi," ujarnya usai meresmikan SPBU Shell di Jl Pasar Senen hari ini. Menurutnya, Shell tertarik untuk masuk bisnis distribusi BBM subsidi tahun depan. Namun pihaknya masih menunggu penjelasan lebih detail dari Pertamina.
(lih/qom)











































