Wapres Ikutan Program Konversi

Wapres Ikutan Program Konversi

- detikFinance
Selasa, 08 Mei 2007 16:07 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla diam-diam mengikuti program konversi minyak tanah ke elpiji. Dari hasil uji cobanya, Wapres mengakui bahwa penggunaan elpiji lebih murah.Pengalaman uji coba Wapres itu disampaikannya saat menyerahkan secara simbolis paket konversi minyak tanah kepada warga Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (8/5/2007)."Saya uji coba sendiri dirumah. Setelah saya bandingkan, memang elpiji lebih murah dan efisien," jelasnya.Wapres mengungkapkan, satu liter minyak tanah setara dengan 0,4 kg elpiji. Artinya, dalam 1 bulan pemakaian, bisa menghemat hingga Rp 25 ribu. Menurut Wapres, selama ini ada kesalahan total dalam mengkampanyekan penggunaan minyak tanah di masyarakat."Minyak tanah dianggap lebih murah untuk golongan menengah ke bawah, dan elpiji untuk golongan menengah. Tetapi terbalik, justru lebih hemat menggunakan elpiji," tegasnya.Untuk itu, Wapres meminta Pertamina lebih mengkampanyekan penggunaan elpiji di masyarakat. Karena selain efisien, lebih ramah lingkungan. Memang dalam program konversi dibutuhkan investasi yang sangat besar. Namun dalam jangka panjang justru bisa mengurangi subsidi BBM yang harus digelontorkan pemerintah hingga Rp 20 triliun."Syaratnya, program ini harus secara besar-besaran dimulai. Dibutuhkan gerakan besar-besaran. Tapi sebenarnya investasi untuk ini bisa kembali dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun," jelasnya.Berdasarkan sensus, saat ini jumlah KK dari golongan menengah ke bawah yang menggunakan minyak tanah sebanyak 20 juta. Ia berharap dalam waktu tiga tahun, 20 juta KK itu sudah bisa menerima kompor dan tabung gas. "Untuk itu saya minta Pertamina mempercepat program konversi ini," tandasnya. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads