Harga Belum Turun, OP Minyak Goreng Lewat Distributor
Selasa, 08 Mei 2007 16:52 WIB
Jakarta - Seminggu setelah operasi pasar minyak gorang dilakukan, harga masih belum mencapai harga normal sebesar Rp 6.500-Rp 6.800 per kg.Belum turunnya harga minyak goreng tersebut karena program stabilisasi harga lewat operasi pasar tidak melalui jalur distributor namun malah langsung ketingkat ritel.Saat ini para produsen CPO bekomitmen untuk menambah pasokan untuk mendukung operasi pasar. Komitmen pasokan itu ditingkatkan dari 69 ribu ton menjadi 90 ribu ton.Demikian disampaikan Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Benny Wahyudi, usai rapat evaluasi pasar minyak goreng bersama Mentan, Menperin, Mendag, dan asosiasi pengusaha CPO GAPKI, GIMMI, dan AIMMI, di Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/5/2007)."Satu minggu ini memang belum berhasil karena masih dalam persiapan, kita paham pedagang dan distributor kan punya stok yang tidak begitu saja harganya diturunkan, karena mereka masih punya barang, maka penurunan dilakukan secara bertahap," ujar Benny.Menurut Benny program stabilitas harga masih melalui spot operasi pasar, namun belum masuk melalui jalur distributor. Padahal yang efektif adalah melalui jalur distributor atau satu level di bawah ritel.Ditambahkan ketua Gabungan Asosisasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Akmaluddin Hasibuan, Departemen Pertanian dapat memberikan tambahan untuk menutpi kuota yang ditetapkan wapres sebesar 150 ribu ton dari anggota di luar GAPKI."Kami berharap Departemen Pertanian bisa memberikan tambahan untuk bisa menutupi kuota yang ditetap Wapres sebesar 150 ribu ton dari anggota diluar GAPKI. Saat ini ada sekitar 50-60 perusahaan di luar GAPKI untuk diminta menyumbang stok guna membantu program stabilitas harga," papar Amaluddin.Lebih lanjut Akmal menguaraikan, diharapkan dengan masuknya operasi pasar melalui distributor pada pekan depan harga minyak goreng dapat kembali pada harga normalnya."Saat ini harga minyak goreng di pabrik Rp 6.850 di dijual dieceran sekitar Rp 7.300. Target pada pekan depan harga dari pabrik Rp 6.100 dan dieceran Rp 6.500," ucap Akmaluddin.
(hdi/ir)











































