OP Kurang Diminati, Harga Minyak Goreng Tetap Tinggi

OP Kurang Diminati, Harga Minyak Goreng Tetap Tinggi

- detikFinance
Selasa, 08 Mei 2007 18:11 WIB
Jakarta - Operasi pasar (OP) atau program stabilisasi harga minyak goreng ternyata berjalan tak sesuai harapan. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), realisasi OP masih dibawah target.OP pada hari Jumat (4/5/2007) di Jakarta dengan target 1.200 ton, hanya terealisasi 857 ton. "Ini membuktikan distributor tak semua ambil stok. Mereka mengeluarkan barang lamanya dulu," jelas Susanto, ketua bidang pemasaran Gapki saat jumpa pers di Departemen Perindustrian, Jl. Gatot Subroto, Selasa (8/5/2007).Bukan hanya Jakarta, OP di sejumlah daerah juga realisasinya di bawah target. Di Surabaya, target OP 600 ribu ton hanya terealisasi 460 ton, Medan dengan target 750 ton hanya terealisasi 304 ton. Sedangkan OP di Makassar yang ditargetkan 150 ton, hanya terealisasi 63 ton. Dan Semarang dari target 400 ton hanya terjual 100 ton.Menurut Ketua Gapki Akmaluddin Hasibuan, masih tingginya harga minyak goreng dan rendahnya penyerapan OP bukan dikarenakan masalah persediaan minyak goreng."Ini hanya karena distributor mau habiskan stok minyak gorengnya yang lama yang dulu dibeli mereka dengan harga tinggi," jelasnya."Program ini akan dihentikan apabila harga CPO internasional dibawah US$ 600 per ton. saat ini masih berkisar US$ 650 per ton. Angka ini sudah turun dibanding minggu sebelumnya dimana harga CPO dunia berada diatas US$ 700 perton," tambah Akmaluddin.Namun menurut Akmaluddin, para produsen tetap berkomitmen untuk menggelar OP jika harga minyak goreng pada bulan Mei belum juga turun. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads