Museum Gunung Batur Diresmikan
Kamis, 10 Mei 2007 12:40 WIB
Bangli, Bali - Koleksi museum di Indonesia kembali bertambah. Kali ini ada museum Gunung Api pertama yang dibangun oleh Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tujuannya untuk mengingatkan bahaya gunung api.Museum Gunung Api Batur namanya. Berlokasi di kawasan wisata Kintamani Bali. Museum senilai Rp 15 miliar diharapkan bisa menjadi pembelajaran mengenai bahaya dan manfaat gunung api.Museum Gunung Api Batur diresmikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (10/5/2007).Dana pembangunan museum tersebut memang tidak sedikit. Berasal dari pemerintah pusat dalam hal ini Departemen ESDM Rp 10,2 miliar, Pemda Bali Rp 2,2 miliar, dan Pemda Bangli Rp 2,6 miliar.Peresmian museum ini adalah untuk tahap pertama sedangkan tahap kedua dan ketiga masih akan dikerjakan. Total dana keseluruhan mencapai Rp 36 miliar dan ditargetkan paling lambat selesai 2009.Untuk memenuhi dana tersebut, Purnomo menyarankan agar mencari bantuan dana dari luar negeri. "Tahap pertama dilakukan selama 3 tahun sejak 2004. Tahap kedua sedang dalam proses, tahap ketiganya menunggu tahap kedua selesai," ujar Kepala Badan Geologi Bambang Dwiyanto.Museum yang berdiri di lahan seluas 5.900 m2 ini merupakan museum gunung api pertama yang dibangun Departemen ESDM.Gunung Batur merupakan 1 dari 129 gunung berapi yang dinyatakan masih aktif di Indonesia."Dengan museum ini sekaligus menyebarkan informasi dan kesadaran ke masyarakat agar waspada terhadap Gunung Batur yang masih aktif. Sehingga bisa mencegas korban jiwa dan benda yang banyak," ujar Purnomo.Museum dibangun dengan arsitek yang menarik dengan mengacu pada tradisi Bali. Museum ini juga cukup komplet sebagai fasilitas pembelajaran dengan memakai interaktif dwibahasa. Tak hanya itu museum ini juga menyediakan ruang bioskop, dan maket dinamik yang jika dipencet mengeluarkan lava.Dengan museum ini Pemda Bali maupun Bangli berharap, bisa mendongkrak kesejahteraan warga Bangli sekaligus memperkenalkan Bangli sebagai kota wisata. "Jangan gentar! Walau Kintamani lebih dikenal dibanding Bangli seperti Bali yang lebih dikenal internasional ketimbang Indonesianya," ujar Bupati Bangli I Nengah Arnawa.Wisatawan sudah bisa mengunjungi museum gunung api ini. Dana dari hasil tiket akan digunakan untuk membantu biaya pembangunan tahap dua dan tiga. Sebenarnya kata Arnawa, ada investor Malaysia yang ingin mendanai tahap dua dan tiga namun belum ditindaklanjuti. Badan Geologi ESDM juga sedang membangun museum Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta. Sebagian dananya berasal dari hibah Jepang dan diharapkan selesai 2008. Selain itu juga sedang dibangun museum tsunami di Aceh, tapi target penylesaian pembangunannya belum bisa dipastikan. Badan Geologi juga akan membangun enam situs dan tiga monumen yang diharapkan selesai 2009.
(lih/ir)











































