Bulog Sulit Tandingi Harga Pasar
Kamis, 10 Mei 2007 15:22 WIB
Jakarta -
Meski pemerintah telah mengeluarkan harga pembelian gabah yang baru, Bulog masih sulit bersaing dengan harga pasar untuk membeli beras petani. Harga bulog masih dianggap rendah sehingga petani memilih menjual hasil panennya ke pasar.Dalam Inpres nomor 3 tahun 2007 tentang harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras, HPP untuk gabah kering panen (GKP) menjadi Rp 2.000 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp 2.575 per kg dan beras Rp 4.000 per kg atau rata-rata naik 17 persen dibandingkan HPP tahun lalu.Demikian disampaikan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar, di acara Ultah 40 Perum Bulog, di kantor Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/5/2007)."Pengadaan gabah dan beras dalam negeri, kami menghadapi kendala harga beras di pasar yang cukup tinggi. Akibatnya kami mengalami kesulitan dalam melaksanakan pengadaan dan penyerapan gabah dan beras di dalam negeri," ujar Mustafa.Dijelaskan Mustafa, penyerapan pengadaan oleh Bulog semakin terbatas, sedangkan penyaluran beras untuk kebutuhan operasi pasar (OP) maupun Raskin (beras untuk rakyat miskin) terus berlangsung. Akibatnya stok yang dikuasai Bulog semakin menipis. Namun Kekurangan stok ini telah disikapi pemerintah dengan disetujuinya impor beras sebanyak 1,5 juta ton yang dilakukan secara bertahap untuk memperkuat stok beras nasional.Realisasi penyerapan gabah dan beras sejak keluarnya Inpres no 3 tahun 2007 pada April, dari target 324 ribu ton dari luar pulau Jawa Bulog baru menyerap 91 ribu ton. Sedangkan dari Jawa baru menyerap 469 ribu ton dari target satu juta ton."Posisi stok Bulog saat ini hanya 750 ribu ton yang akan bergerak terus sesuai pengumpulan gabah dan beras dalam negeri. Posisi impor sudah mendekati 600 ribu ton dari izin yang sebanyak 1,5 juta ton. Sebagian besar digunakan untuk operasi pasar kemarin jadi masih ada sisa izin impor sekitar 900 ribu ton," jelas Mustafa.Mustafa mengungkapkan hari ini akan ada rapat dengan Menko Perekonomian yang membahas soal evaluasi impor beras.
(arn/hdi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
