BPS Khawatirkan Harga Beras

BPS Khawatirkan Harga Beras

- detikFinance
Kamis, 10 Mei 2007 19:56 WIB
Jakarta - Dalam dua pekan terakhir, harga beras sudah turun hingga 2 persen. Namun Badan Pusat Statistik (BPS) mengkhawatirkan munculnya titik keseimbangan harga beras yang baru, sehingga nantinya harga beras tak bisa turun lagi. "Yang dikhawatirkan BPS adalah seolah-olah harga saat ini menjadi harga keseimbangan beras. Jadi seharusnya harga itu turun lagi," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan usai rakor di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/5/2007). BPS berharap agar suplai beras terus bagus dan harga gabah petani terkontrol dengan baik. Saat ini harga rata-rata beras adalah Rp 5.900/kg. Harga ini dinilai belum ideal karena masih tinggi. Harga terendah yang dikonsumsi masyarakat rata-rata adalah Rp 4.600/kg."Kalau habis panen pada Juli masuk ke paceklik awal harga masih segini dan kelihatannya tidak mungkin untuk turun lagi, yang terjadi malah naik, itu berarti titik keseimbangan baru pada waktu harga normal pada musim panen," urainya. Mengenai pengaruhnya terhadap inflasi, Rusman mengaku belum ada. "Karena peluang kita sekarang adalah harga beras turun sehingga itu bisa menahan inflasi," katanya.Untuk itu, pemerintah dan Bulog harus menjaga efek psikologis yakni terkait stok beras pada level yang aman dalam beberapa bulan kedepan. "Ini menjadi penting karena dengan begitu pedagang tidak akan berani menahan beras," tandasnya. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads