Menkeu: RI Tidak Krisis
Jumat, 11 Mei 2007 10:20 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi pernyataannya soal situasi ekonomi Indonesia yang sebelumnya dikatakan mirip dengan situasi menjelang krisis moneter tahun 1997 silam. Menurutnya, Indonesia tidak berada dalam situasi menjelang krisis.Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani usai menggelar pertemuan rutin di Gedung E Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (11/5/2007).Hadir dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian Boediono, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menneg BUMN Sofyan Djalil."Kan kemarin sudah cerita, itu masalah regional, kalau kondisi dalam negeri jauh lebih baik. Dilihat dari neraca perbankan, kondisi APBN dan kondisi Bank Indonesia. Jadi karena dibuat headline (koran), kalian malah buat seperti itu. Sebetulnya enggak," ketusnya.Sri Mulyani lantas meminta wartawan untuk meminta keterangan lebih lanjut kepada Menko Perekonomian Boediono. "Aku cerita apa kemarin. Aku ngomong apa kemarin, kok bisa kayak seperti itu. Nanti saya bikin ceritanya deh," sambungnya Sri Mulyani dengan bingung sambil masuk mobilnya.Dalam kesempatan coffee morning di Graha Sawala Depkeu, Kamis kemarin (10/5/2007), Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi perekonomian saat ini mirip dengan situasi menjelang krisis tahun 1997 yang ditandai dengan banjir capital inflow."Situasi akhir-akhir ini mirip dengan situasi menjelang krisis waktu itu dimana capital inflow banyak di Asia. Sebenarnya di seluruh dunia karena liquidity," ujar Sri Mulyani sebelumnya."Beberapa negara mengalami tekanan dari capital inflow yang menyebabkan apresiasi dari mata uangnya seperti di Thailand dan India," tambah Sri Mulyani.
(qom/ir)











































