JK: Hot Money Tak Usah Ditahan
Jumat, 11 Mei 2007 15:05 WIB
Jakarta - Dana panas (hot money) yang masuk ke pasar Indonesia dinilai Wapres Jusuf Kalla (JK) tidak layak untuk dipertahankan."Hot money tidak kita pertahankan. Namanya saja hot. Dia kan mau cari margin keuntungan tertentu. Artinya kalau dia mau berinvestasi, silakan. Tapi kalau mau keluar segera, ya gak soal. Dunia memang seperti itu. Dana mengalir ke mana saja," papar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/5/2007). Masih tingginya suku bunga di Indonesia, menurut JK menjadi daya pikat dana investor asing berseliweran di pasar Indonesia."Kalau tingkat bunga kita turun, dia akan keluar sendiri atau cari portofolio saham. Karena itu harga saham naik," kata JK. Menurut JK, dirinya berharap makin banyak emiten baru yang masuk ke lantai bursa untuk tetap menjaga kondisi pasar saham yang kondusif. "Saya minta pada Menneg BUMN masukkan saja listing BUMN yang baik-baik. Mau 10 silakan, dalam 1-2 bulan ini harus direalisasikan sebanyak-banyaknya. Idealnya semua, tapi katakanlah 10-20," tutur JK.
(ir/qom)











































