Harga Makanan Selangit, Pelancong Kapok ke Sungai Musi

Harga Makanan Selangit, Pelancong Kapok ke Sungai Musi

- detikFinance
Sabtu, 12 Mei 2007 17:20 WIB
Palembang - Gara-gara harga makanan yang selangit, pelancong yang berwisata ke Sungai Musi Palembang mengaku kapok datang lagi. Enam cangkir kopi tradisional plus makanan kecil dihargai Rp 200 ribu.Kini sejumlah wisatawan yang ingin menikmati sungai Musi, mengaku kecewa. Selain harga yang terlalu tinggi, rasa makanan juga biasa-biasa saja dan pelayanan buruk."Gila! Sudah rasa makanannya tidak enak, suasana kurang santai, juga hargamakanan terlalu mahal. Orang pasti malas datang ke sini," kata Dimas (47) warga Jambi yang menceritakan kunjungannya ke Cafe Legenda, Sungai Musi, Palembang, Sabtu (12/05/2007). Dimas menumpahkan kekecewannya itu kepada detikcom di sela-sela diskusi sosial di Hotel Horison, Palembang.Cafe Legenda merupakan satu-satunya kafe terapung di Sungai Musi. Selain kafe itu terdapat juga warung-warung tradisional yang juga mematok harga makanan lumayan tinggi.Minum enam cangkir kopi, dan beberapa potong pempek dan roti bakar, Dimas harus mengeluarkan Rp 200 ribu."Kalau susananya enak dan pelayanannya bagus, mungkin harga tidak menjadi soal," lanjutnya. Dimas mengaku harus menunggu kedatangan perahu tongkang yang akan mengangkut mereka ke cafe itu sekitar 30 menit. Cafe ini sering digunakan Walikota Palembang Eddy Santana menjamu tamu-tamunya."Wah, saya tidak mau lagi makan di cafe itu. Jelas, saya tidak akan merekomendasikan kepada teman-teman saya. Pelayanan buruk, makanan tidak enak dan harga mahal," kata Guther (48), seorang warga Jerman yang sudah lima tahun bekerja untuk sebuah LSM di Sumatra Selatan.Selain itu, kata Dimas, para pedagang tradisional, yakni warung makan di atas perahu tongkang, juga seolah mencari kesempatan menjelang Visit Musi 2008 terhadap para pendatang. "Nasi pindang ikan harganya Rp 11.000 per porsi, padahal menurut teman saya biasanya Rp 6.000 per porsi. Wah, kalau seperti ini sulit mendatangkan banyak wisatawan ke Palembang," katanya.Soal buruknya pelayanan cafe Legenda ini juga sudah menjadi perhatian Dinas Pariwisata Palembang. Seorang pegawai Dinas Pariwisata Palembang, sebut saja Susi (33) mengakui banyak wistawan yang komplain soal harga makanan di kawasan sungai musi."Entahlah, kami ini serba salah. Banyak tamu yang mengeluh soal harga, pelayanan, dan harga makanan. Kami pernah menyampaikan kepada pengelola, tapi tampaknya tidak digubris. Dulu, ramai yang mengunjungi cafe itu, tapi kini mulai sepi, mungkin soal itu," katanya. (tw/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads