Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Mei 2007 16:51 WIB

Bahaya di Balik Biofuel

- detikFinance
London - Di satu sisi upaya pengalihan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar nabati atau biofuel memang positif mengingat makin menipisnya cadangan minyak di seluruh dunia.Namun di sisi lain, ada bahayanya juga, penggunaan bahan bakar nabati bisa menimbulkan efek negatif yakni meningkatkan harga makanan dan menambah laju pengrusakan hutan (deforestation. Demikian laporan hasil studi dari Insurance Society seperti dilansir BBC, Minggu (13/5/2007).Laporan itu keluar beberapa hari setelah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan mengenai biofuel. PBB mengatakan biofuel itu lebih efektif bila digunakan untuk pembangkit energi dan panas dibandingkan transportasi.Laporan Insurance Society itu menyebutkan butuh sekitar 9 persen dari lahan perkebunan di dunia untuk hanya mengganti 10 persen BBM. Ini artinya produksi biofuel mengakibatkan pengurangan lahan untuk produksi pangan di negara yang masalah kelaparan sudah muncul."Hutan dibabat manusia untuk menanam tanaman yang menghasilkan biofuel. Bayangkan kerusakan iklim yang terjadi jika hutan dibabat," ujar Dieter Helm, seorang profesor di pemerintah Inggris.Pemerintah Inggris dan negara Uni Eropa lainnya menargetkan pada tahun 2020 sebanyak 10 persen kendaraan harus memakai biofuel.

(ddn/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com