Jurus Anti Capital Outflow

Jurus Anti Capital Outflow

- detikFinance
Senin, 14 Mei 2007 11:12 WIB
Jakarta - Pemerintah sudah menyiapkan sejumlah jurus untuk mengantisipasi pembalikan arah aliran modal keluar dari Indonesia (capital outflow) secara besar-besaran. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKS) Anggito Abimanyu usai rakor mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/5/2007)."Antisipasinya ya perbaikan kondisi ekonomi, prudensial perbankan, IPO diperbanyak, diversifikasi instrumen oblihasi dan intermediasi perbankan," ujarnya.Menurutnya, aliran modal masuk yang masih besar saat ini juga bisa disalurkan ke sektor riil melalui IPO dan intermediasi perbankan sehingga mencegah terjadinya pembalikan arus modal secara besar-besaran. Untuk itu, lanjuta Anggito, pemerintah berharap jumlah emiten yang melantai di bursa bisa ditingkatkan termasuk BUMN. "Kalau uang itu masuk ke sektor riil, lewat IPO bisa saja. Nanti kan dipakai perusahaan untuk mengembangkan usahanya, masuk ke bank dipakai untuk intermediasi, masuk ke APBN dipakai untuk belanja modal belanja barang," kata Anggito.Anggito juga menyatakan pemerintah tidak akan memperketat aliran devisa meskipun aliran modal di Asia jumlahnya bejibun atau banyak. Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kondisi makro di Indonesia masih kuat."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, keadaannya under control, dikuasai oleh kita. Itu kan fenomena saja," tambah Anggito.Ditempat yang sama, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan pemerintah kali ini lebih siap jika krisis ekonomi mendera kembali. "Kita tidak perlu khawatir, jauh-jauh hari kita sudah siapkan Indonesia financial safety net dengan adanya payung ini tidak akan seperti tahun 1998," kata Paskah. (ard/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads