Bali Masih Langka Premium
Senin, 14 Mei 2007 15:16 WIB
Denpasar - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang melanda di Bali sejak 5 hari terakhir belum pulih. Kelangkaan disebabkan karena pengusaha SPBU belum membayar uang muka, terbatasnya armada dibandingkan dengan jumlah SPBU dan faktor cuaca. "Selama ini, SPBU yang belum beroperasi karena belum mengajukan uang muka sehingga kita belum melakukan pengiriman BBM ke SPBU. Tanpa uang muka kita tidak bisa melayani," kata Wira Penjualan Rayon IX Pertamina Denpasar Putut Adrianto, jalan Sugianyar, Denpasar, Senin (1405/20007). Kelangkaan BBM belum pulih juga diakibatkan karena pembayaran uang muka terhalang hari libur, seperti Sabtu dan Minggu. "Aktivitas bank tutup sehingga pengusaha SPBU tidak bisa melakukan pembayaran uang muka. Kami tidak bisa berbuat banyak karena itu menyangkut masalah keuangan," katanya.Kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Bali juga diakibatkan karena terbatasnya jumlah armada, yaitu 54 buah, sementara jumlah SPBU se-Bali sebanyak 154 buah. Kondisi semakin kritis saat terjadi kekurangan stok di hampir semua SPBU pada waktu yang hampir bersamaan.Persediaan BBM di Bali saat ini sebanyak 17 ribu kiloliter setelah mendapatkan pasokan BBM sebanyak 22 ribu kilo liter dari Singapura pada Sabtu, 12 Mei lalu. "Penyebab lain kelangkaan adalah berdasarkan informasi dari kapal karena cuaca buruk. Kita harapkan mulai hari ini akan kembali normal," tandas Putut.
(gds/qom)











































