Dana Restrukturisasi Tekstil Diharapkan Bantu 150 Industri
Rabu, 16 Mei 2007 15:29 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan dapat membantu 150 industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui 2 skim pembiayaan program peningkatan teknologi industri TPT dengan anggaran Rp 255 miliar. Hal ini dikatakan oleh Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka DepartemenPerindustrian Ansari Bukhari dalam acara sosialisasi program skim pembiayaan untuk industri TPT di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (16/5/2007)."Jumlah perusahaan yang dapat dibantu dalam Skim I adalah sekitar 70 perusahaan. Untuk Skim II sebanyak kurang lebih 50 perusahaan," ujarnya.Pemerintah menyediakan skim I berupa potongan harga pembelian mesin/peralatan dengan pagu anggaran Rp 175 miliar. Setiap perusahaan TPT yang akan melakukanpeningkatan teknologi akan mendapatkan potongan 11 persen dari nilai mesin.Sementara skim II adalah bantuan kredit pembiayaan untuk pembelian mesin/peralatan TPT dengan modal padanan. Dana yang dianggarkan untuk skim II ini sebesar Rp 80 miliar. Untuk jumlah kreditnya dalam skim II ini minimal Rp 100 juta dan maksimalnya Rp 5 miliar.Ansari menambahkan bahwa pengembalian pokok kredit dan bunga rendah dari industri TPT ini akan disetorkan ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak. "Tapi setelah dipotong biaya administrasi LPP," jelasnya.Ansari mengatakan dengan anggaran pemerintah tahun ini Rp 255 miliar dan pembiayaan dari perbankan Rp 1,7-2 triliun ini diharapkan industri TPT dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 10.530 per tahun dan peningkatan ekspor sebesar US$ 156 juta per tahun.Dia menambahkan bahwa dalam 5 tahun pemerintah akan mengalokasikan dana sebesarRp 1,27 triliun dan perbankan sebesar Rp 8,55 triliun untuk program ini. "Sehingga akan menciptakan lapangan kerja sebanyak 52.650 orang dan peningkatan ekspor produk TPT sebesar USD780 juta," imbuhnya.
(dnl/ard)











































