Sofyan Bingung Jadi Menteri

Sofyan Bingung Jadi Menteri

- detikFinance
Rabu, 16 Mei 2007 15:59 WIB
Sofyan Bingung Jadi Menteri
Jakarta - Menneg BUMN Sofyan Djalil sudah seminggu lebih jadi menteri. Namun hingga kini, Sofyan masih merasa bingung kenapa dirinya bisa menjadi menteri."Saya jadi Menneg BUMN tidak tahu kenapa dipilih, apakah karena garis tangan atau karena campur tangan," ujar Sofyan.Sambutan itu disampaikan Sofyan saat memenuhi undangan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Menara Kadin, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (16/5/2007).Acara tersebut memang dikhususkan Kadin untuk menjamu 5 menteri baru yakni Sofyan Djalil, Menkum HAM Andi Mattalata, Menhub Jusman Syafii Djamal, Mensesneg Hatta Rajasa dan Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy. Setiap menteri baru diberi kesampatn untuk memberi pidato didepan ratusan anggota Kadin.Sofyan sendiri dalam kesempatan tersebut meminta masukan kepada Kadin agar kinerjanya lebih baik. "Saya tidak pernah di bisnis, tapi sangat ingin belajar bisnis," ujar Sofyan yang mengenakan batik coklat itu."Dalam forum lain saya biasa pakai istilah sufi Sheikh Al Fakir, I have nothing. Yang saya punya, integritas, niat baik dan mau mendengar. Dengan demikian saya nothing to lose. Prinsip saya, dimanapun saya menciptakan added value," ujar pria kelahiran Aceh ini merendah. Sebagai mantan Menkominfo, Sofyan ternyata mendapat nilai yang cukup baik. Berbagai kalangan memberi acungan jempol atas karyanya di Depkominfo."Kata teman-teman, kantor Menkominfo sudah lebih baik. Kalau saya berhasil di kantor Menneg BUMN, tidak akan ada lagi kantor ini. Karena seharusnya, kalau menterinya berhasil tidak dibutuhkan lagi kantor Menneg BUMN," ujar Sofyan disambut tepuk tangan. Tak lupa, Sofyan pun menyampaikan kritikannya kepada pemerintah yang dinilainya tidak bisa menghargai waktu. "Pada hari pertama saya bilang ke teman-teman, prinsipnya simpel, kalau tidak bisa membantu, jangan mengganggu. Moralitas mengganggu harus diterapkan di BUMN. Di kantor BUMN harus time is money. Karena saya melihat di birokrat maupun pemerintah time tidak ada harganya," kritiknya. Ia pun mencontohkan uang negara yang tidak dibedakan antara yang masuk tanggal 1 ataupun 31. "Namun bagi perusahaan, melambat waktu itu rugi ratusan miliar," ujarnya.Ketua Kadin MS Hidayat pun tampaknya cukup terpesona dengan pidato pria berkumis itu. "Boleh lah perkenalan dari pak Sofyan ini," ujar Hidayat seraya mempersilakan menteri lain untuk memberikan pidatonya. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads