BP Migas: Gaji Ekspatriat Tambang Kelewat Mahal
Rabu, 16 Mei 2007 16:04 WIB
Jakarta -
Kesenjangan gaji antara pekerja lokal dan pekerja asing (ekspatriat) di industri tambang menjadi sorotan BP Migas. Sampai-sampai Kepala BP Migas Kardaya Warnika merasa miris ketika di suatu perusahaan pengeluaran seorang ekspatriat sama dengan 50 persen pengeluaran seluruh pekerja."Masa pengeluaran pejabat ekspatriat sama dengan separuh total pengeluaran seluruh pekerja?" ujarnya disela-sela acara 31st Annual Indonesian Petroleum Association (IPA) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (16/5/2007).Ia berharap agar para perusahaan tambang lebih mengakomodasi tenaga kerja dalam negeri. Kardaya menuturkan, sebenarnya sudah ada aturannya mengenai tenaga kerja di sektor migas.Dalam aturan itu disebutkan, posisi yang sudah bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia tidak boleh diisi oleh tenaga asing.Menanggapi hal ini Dirut Medco Energi Hilmi Panigoro menjawab dengan singkat."Sebagai perusahaan kelas dunia, kami akan bersedia membayar mahal untuk kinerja yang kelas dunia. Tak masalah dari mana pun," ujarnya disambut tepukan peserta yang kebanyakan adalah orang asing.
(lih/ir)










































