Ojol cs Dapat Bonus Hari Raya, Bagaimana yang Punya Lebih dari 1 Akun Aplikasi?

Ojol cs Dapat Bonus Hari Raya, Bagaimana yang Punya Lebih dari 1 Akun Aplikasi?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 11 Mar 2025 17:49 WIB
Ojek online beroperasi menggunakan aplikasi dalam pelayanannya. Yuk lihat driver ojol ngebid di tengah tuntutan dapat THR dari aplikator.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) baru tentang Pelaksanaan Pemberian Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan 2025 untuk pengemudi ojek online (ojol) hingga kurir. BHR diberikan hingga 20% dari pendapatan dan wajib cair H-7 Lebaran.

Lalu, bagaimana dengan pengemudi yang punya lebih dari satu akun aplikasi?

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, tidak menutup kemungkinan bila pengemudi tersebut mendapat BHR dari lebih dari satu perusahaan aplikasi. Misalnya seorang pengemudi ojol memiliki akun Gojek dan Maxim, bisa saja ia mendapat BHR dari kedua perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama masuk kriteria, karena kriterianya kan sesuai dengan keaktifan proporsional terhadap kinerja keaktifan, maka menurut kami itu tidak ada masalah (dapat BHR dari dua perusahaan)," kata Yassierli, dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Yassierli menjelaskan, kriteria utama untuk pemberian BHR bagi pengemudi ojol dan kurir online ini ialah keaktifannya. Pengermudi yang produktif dan berkinerja baik bisa mendapat BHR sebesar 20% dari rata-rata pendapatan yang dihimpun untuk periode kerja selama 12 bulan.

ADVERTISEMENT

"Bagi pengemudi dan kurir online di luar kategori seperti yang dimaksudkan pada huruf A di atas diberikan bonus hari raya keagamaan sesuai kemampuan perusahaan aplikasi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, pemberian bonus hari raya keagamaan ini tidak boleh menghilangkan dukungan kesejahteraan bagi pengumudi dan kurir online sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah diberikan oleh perusahaan aplikasi.

"Bonus hari raya keagamaan diberikan paling lambat 7 hari sebelum hari raya," imbuhnya.

Lebih lanjut Yassierli menjelaskan, proses penetapan BHR ini memakan waktu yang cukup panjang hingga 4 bulan. Pihaknya telah menyusun besaran terbaik, dengan melibatkan perusahaan aplikasi maupun perwakilan pengemudi.

"Ini adalah inisiatif pemerintah dan yang pertama. Jadi kami sadar bahwa waktunya juga sangat pendek, kemudian ada kompleksitas dari karakter pekerjaan teman-teman pengemudi dan kurir online, beda dengan pekerja formal," terangnya.

Ia juga memastikan, kebijakan ini diupayakan agar seadil mungkin. Jangan sampai besaran BHR pengemudi yang aktif sama dengan yang kurang aktif. Adapun untuk simulasi rincinya pemberian BHR ini ada di masing-masing perusahaan aplikasi, mengacu pada keaktifan pengemudi.

(shc/rrd)

Hide Ads