Penyerapan DIPA Depdag-Depperin Minim
Senin, 21 Mei 2007 12:17 WIB
Jakarta - Realisasi penyerapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Departemen Perdagangan (Depdag) dan Departemen Perindustrian (Depperin) hingga triwulan I-2007 masih minim. Sampai 15 Mei 2007 Depperin baru menyerap 12,97 persen dari total DIPA Rp 1,899 triliun, sedangkan Depdag baru menyerap 16,28 persen dari total DIPA Rp 1,604 triliun.Demikian isi jawaban tertulis dalam rapat gabungan antara Sekjen Depdag dan Sekjen Depperin di Komisi VI DPR, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2007)."Pencapaian rendah ini disebabkan kegiatan yang melalui proses lelang belum sepenuhnya terealisir pembayarannya. Serta sebagian kegiatan swakelola seperti sosialisasi, workshop dan pelatihan belum dilaksanakan karena harus menunggu hasil kegiatan dari pihak ketiga berupa studi yang umumnya dilaksanakan dengan proses pelelangan," ungkap Sekjen Depperin Agus Tjahayana.Rendahnya penyerapan DIPA juga disebabkan baru disetujuinya anggaran restrukturisasi tekstil dan produk tekstil (TPT) pada Mei 2007 oleh Depkeu sebanyak 255 miliar atau 71,42 persen dari alokasi sehingga menghambat proses pelaksanaan anggaran.Kegiatan pembangunan pabrik biodiesel beserta peralatannya masih dalam tender sebanyak 106 miliar atau 22 persen dari alokasi. Juga karena terlambatnya penerbitan SK pengelola DIPA untuk dana dekonsentrasi dan pembantuan oleh gubernur/bupati/walikota."Saat ini masih proses pencairan di Depkeu sebesar Rp 40,73 miliar terkait pembangunan gedung" tambah Agus.Sedangkan rendahnya penyerapan di Depdag lebih kepada prosedur pelelangan yang saat ini masih dalam tahap persiapan administrasi."Sampai triwulan satu belum ada kendala yang signifikan. Kegiatan yang belum bisa dilaksanakan umumnya kegiatan yang menyangkut kontrak pihak ketiga yang prosedurnya harus lewat proses pelelangan" jelas Sekjen Depdag Hatanto Reksodiputro.
(arn/ir)











































