India Makin 'Haus' Listrik
Senin, 21 Mei 2007 12:22 WIB
Jakarta - Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, India selalu 'haus' akan kebutuhan listrik. Diprediksi kebutuhan listrik India meningkat 15% dalam 7 tahun mendatang. "Kebutuhan listrik di India sangat tinggi dan akan terus meningkat," ujar Dubes India untuk Indonesia Navrekha Sharma disela-sela seminar tentang perdagangan Indonesia-India di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (21/5/2007).Peningkatan permintaan tersebut disebabkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan mencapai 8,8% saat ini. Indonesia sendiri secara tidak langsung ikut memasok kebutuhan listrik di India. Sebelumnya Tata Power telah membeli 30% saham Bumi Resources seharga US$ 1,1 miliar. Pembelian itu juga disertai komitmen pembelian batubara Bumi sebanyak 10 juta ton per tahunnya. Hal tersebut demi menjamin pasokan bahan bakar pembangkit listrik India. Sharma menjelaskan, India saat ini tertarik untuk berinvestasi di sektor kelistrikan dan pertambangan di Indonesia.Melalui Tata Group? "Iya," tegas Sharma tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.Selain listrik, bersama Cina, India juga akan mendominasi peningkatan permintaan minyak mentah dunia. Sebelumnya, Gubernur OPEC Indonesia Maizar Rahman menyebutkan permintaan minyak mentah dunia akan naik 8,5 juta bph dalam 5 tahun kedepan menjadi 93-94 juta bph. Sekitar 45% peningkatan itu akan di dominasi negara Asia Timur terutama Cina dan India.
(lih/qom)











































