BlueScope Ekspansi Pabrik di Cilegon Senilai US$ 101 Juta
Senin, 21 Mei 2007 13:47 WIB
Jakarta - Perusahaan baja asal Australia, BlueScope Steel akan melakukan perluasan pabriknya di Cilegon, dengan tambahan investasi sebesar US$ 101 juta. Ekspansi ini dimaksudkan untuk melengkapi konstruksi lini pelapisan logam di pabrik tersebut.Rekomendasi untuk perluasan pabrik di Indonesia ini telah disetujui oleh kantor pusatnya. Demikian siaran pers yang dikutip detikFinance dari situs BlueScope, Senin (21/5/2007).Rincian dana investasi adalah sebesar US$ 60 juta untuk tahun fiskal 2007-2008, US$ 36 juta untuk tahun fiskal 2008-2009 dan US$ 5 juta untuk tahun fiskal 2009-2010. Sementara untuk permulaan konstruksi, BlueScope telah menggelontorkan US$ 12 juta. "Kami sangat gembira merekomendasikan investasi ini karena terus menguatnya pasar di Indonesia dan penghargaan yang tinggi bagi produk BlueScope di Indonesia, yang merupakan salah satu kunci di pasar Asia," ujar Direktur Pelaksana dan CEO BlueScope, Kirby Adams.Lini baru itu akan ditujukan untuk memroduksi kawat baja tipis yang terutama digunakan untuk konstruksi tempat tinggal. Investasi baru itu akan memungkinkan lini pelapisan logam secara konsisten memroses kawat setelah 0,4-1 mm pada kapasitas yang optimal.Secara keseluruhan, lini baru itu akan membuat efisiensi manufaktur yang lebih besar dan ekonomis ditengah pasar Indonesia yang tumbuh pesat.Lini baru itu diharapkan bisa beroperasi pada akhir tahun fiskal 2009. Konstruksi awal dari lini kedua pabrik di Cilegon itu ditunda pada tahun lalu. Pada tahun 2007, komposisi penjualan produk BlueScope di Indonesia adalah 50 persen untuk perumahan dan 50 persen non-perumahan. "Permintaan pasar baik untuk perumahan maupun gedung perkantoran terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. BlueScope Indonesia terus beroperasi pada kapasitas penuh," jelas Presiden BlueScope Indonesia dan Malaysia, Rob Crawford.
(qom/ir)











































