Produksi Batubara Adaro Stagnan

Belum Ada Kontrak Baru

Produksi Batubara Adaro Stagnan

- detikFinance
Selasa, 22 Mei 2007 11:37 WIB
Jakarta - Produksi batubara PT Adaro Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan stagnan yakni sekitar 34-35 juta ton. Hal itu dikarenakan belum ada kontrak penjualan baru yang mengharuskan Adaro menambah produksi. "Sebab Adaro semuanya long contract, nggak ada yang untuk spot. Jadi produksi sesuai kontrak. Jadi maintenance produksi untuk kontrak saja," ujar Manager Pengembangan Bisnis Development Adaro Indonesia Adrian Lembong disela-sela Dialog Bisnis tentang pencairan batubara di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (22/5/2007). Ia menjelaskan, sekitar 70% produksi Adaro ditujukan untuk ekspor ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina, dan Filipina. Sedangkan sisanya, sekitar 30% digunakan untuk dalam negeri. Porsi tersebut merupakan yang terbesar dibanding perusahaan batubara lainnya di Indonesia. "Adaro itu satu perusahaan tambang yang memiliki porsi lokal paling besar," tambahnya. Sebelumnya, pada tahun 2005 produksi Adaro hanya sekitar 19 juta ton. Namun digenjot hampir 2 kali lipat di 2006 menjadi sekitar 34 juta ton. "Karena kita berdasar kontrak, kita dapat kontrak ya kita naikkan. Jadi bukan kita naikan produksi, baru kita jual. Kita sudah jual dulu baru kita naikan," ujarnya. Sedangkan untuk produksi 2008, Adrian belum bisa memastikan. Karena hingga saat ini Adaro belum menutup kontrak untuk 2008. "Biasanya pertengahan tahun di tahun sebelumnya kita tutup. Sekarang belum tutup untuk 2008," ujarnya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads