60% Pinjaman Pembangunan Pabrik Batubara Cair dari JBIC
Selasa, 22 Mei 2007 13:57 WIB
Jakarta - Japan Bank for International Cooperation (JBIC) akhirnya bersedia memberi pinjaman hingga 60% dari total pinjaman yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pencairan batubara tahap pertama. Untuk pembangunan pabrik tersebut, rencananya 30% dari ekuitas sementara sisanya sebesar 70 persen dari pinjaman. "Saya nggak bisa bilang jumlahnya, yang pasti kami menyediakan 60% dari pinjaman," ujar Direktur Divisi Keuangan Internasional JBIC Shin Oya usai Dialog Bisnis tentang pencairan batubara di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (22/5/2007). Sementara itu Presdir DH Power Kaz Tanaka menyatakan pelaku usaha mengajukan beberapa insentif pada pemerintah untuk proyek semi komersial. "Kalau proyeknya bagus, nggak perlu insentif. Tapi karena ini proyek baru, maka kami minta insentif sebagai permulaan," ujarnya. Insentifnya antara lain menyangkut dukungan finansial, insentif pajak (termasuk tax holiday dan royalti), dan skema harga batubara. Skema harga menjadi penting agar batubara cair ini mampu bersaing dengan harga minyak di pasaran. "US$ 42/barel itu cukup ekonomis. Tapi untuk harga minyak sekarang yang US$ 60-an," ujarnya. Ia mencontohkan skema harga di Afrika Selatan. Di saat harga minyak sedang tinggi, pemerintah akan menyimpan sedikit dana untuk berjaga-jaga ketika harga sedang turun. Selain itu Jepang juga memberikan hibah mesin pengolah senilai US$ 110 juta. Skema pendanaan total baru bisa dipastikan setelah due dilligence selesai, kira-kira akhir tahun ini.
(lih/qom)











































