BI dan Pemerintah Beda Target Pertumbuhan Ekonomi 2008
Selasa, 22 Mei 2007 14:54 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah punya target pertumbuhan ekonomi 2008 yang berbeda. Angka pertumbuhan ekonomi BI tidak seoptimistis pemerintah.Tahun 2008 pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebesar 6,8-7 persen. Namun BI hanya menargetkan pertumbuhan sebesar 6,2-6,8 persen."Saya kira memang harus begitu, pemerintah harus optimistis dan BI harus hati-hati, karena kehati-hatian itu untuk menjaga risiko di depan kita," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, dalam rapat dengan Komisi IX DPR, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2007). Pertumbuhan ekonomi versi pemerintah memfokuskan pada meningkatnya konsumsi rumah tangga yang diprediksi sebesar 5,7-6,2 persen. Namun BI justru melihat konsumsi rumah tangga bukanlah faktor utama pertumbuhan ekonomi. BI memperkirakan konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,2-5,2 persen."Karena kita melihat daya beli masyarakat masih terbatas, sehingga lonjakan pertumbuhan ekonomi bukan berasal dari sini," ujar Burhanuddin.Meski berbeda soal target pertumbuhan ekonomi 2008, BI dan pemerintah punya perkiraan yang tidak jauh berbeda untuk angka investasi, target ekspor dan impor. Termasuk dari asumsi nilai tukar rupiah yang juga hampir sama.Pemerintah mengasumsikan rupiah tahun 2008 sebesar Rp 9.100-9.400 per dolar AS sedangkan BI sebesar Rp 9.000-9.300 per dolar AS.Burhanuddin mengaku dirinya tidak akan memberikan pendapat soal target pertumbuhan ekonomi 2008 yang berbeda itu. Burhanuddin malah berseloroh, "Seperti kata tukang debus, satu guru satu ilmu tidak boleh ganggu, jadi saya samanya dengan menkeu untuk angka tahun lalu saja".
(ir/qom)











































