RI-AS Sepakat Tingkatkan Kerjasama Dagang
Selasa, 22 Mei 2007 17:57 WIB
Washington - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat pada pekan lalu sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua belah pihak.Setidaknya ada 4 sektor ekonomi yang akan ditingkatkan yakni hak kekayaan intelektual, barang-barang pertanian dan industri, layanan jasa, dan penanaman modal.Demikian isi siaran pers dari Kedubes AS yang diterima detikFinance, Selasa (22/5/2007).Perwakilan Dagang Amerika Serikat Susan C. Schwab dan Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu mencapai kata sepakat pada 21 Mei untuk secara resmi membentuk sejumlah kelompok kerja yang bertujuan untuk mempererat hubungan ekonomi AS-Indonesia."Saya senang Amerika Serikat dan Indonesia mencatat kemajuan tambahan dalam mempererat hubungan perdagangan dan investasi kita dalam pertemuan kami minggu ini," ujar Schwab.Indonesia menurut Schwab merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara serta pengekspor utama barang-barang pertanian dan manufaktur. "Jadi Indonesia akan memperoleh manfaat yang besar dari Putaran Doha yang sukses," ujarnya.Kerjasama RI dan AS juga menyangkut pencegahan transshipment tekstil dan produk tekstil ilegal melalui Indonesia ke Amerika Serikat. Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Schwab dan Mari September tahun lalu, mengatur kerjasama kepabeanan, identifikasi pabrik pembuat tekstil dan produk tekstil, serta kunjungan verifikasi gabungan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan kepada pemerintah masing-masing negara untuk menghentikan transshipment tekstil dan produk tekstil.Indonesia merupakan mitra dagang AS ke-31. Perdagangan dari antar 2 negara ini mencapai 16,5 milyar dolar AS tahun lalu, naik 9,3 persen dari tahun 2005. Perdagangan di bidang jasa mencapai 1,6 miliar dolar AS pada 2005. Investasi luar negeri langsung AS di Indonesia senilai 9,9 miliar dolar AS pada 2005.
(ddn/qom)











































