Honda Rombak Pimpinan
Kamis, 24 Mei 2007 13:42 WIB
Jakarta -
PT Honda Prospect Motor (HPM) yang merupakan distributor mobil Honda di Indonesia merombak pimpinannya. Presiden Direktur Kenji Otaka digantikan oleh Yukihiro Aoshima yang sebelumnya menjabat sebagai presiden dan CEO Honda Motocycle and Scooter di India. Sementara Kenji Otaka akan dipindahtugaskan untuk memimpin Honda Automobile Thailand. HPM juga menambah dua direktur yakni Direktur Pemasaran dan Purna Jual yang dijabat oleh Jonfis Fandy dan Direktur Produksi yang dijabat Yosanto. Jonfis sebelumnya menjabat sebagai GM Sales and Marketing, sementara Yosanto sebelumnya GM Body Plant.Dalam konferensi pers di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/5/2007), Aoshima mengatakan, strategi kedepan dalam mengembangkan Honda di Indonesia akan dilakukan melalui 4 poin.Keempatnya adalah, penguatan brand, peningkatan kekuatan pelanggan, penjualan produk-produk yang sesuai dengan pasar Indonesia dan peningkatan jaringan purna jual."Strategi jangka panjang dan jangka pendek yang akan saya lakukan akan meneruskan yang telah dilakukan Kenji Otaka," kata Aoshima.Ia mengakui bahwa brand Honda di Indonesia sudah bagus, tapi masih perlu ditingkatkan lagi, begitu juga dengan kekuatan pelanggan. Untuk itu menurutnya, harus dibuat produk yang lebih cocok dengan pelayanan purna jual yang lebih baik.Aoshima belum terlalu banyak berbicara mengenai target. Pastinya, ia akan mengikuti target yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan meski sebelumnya hanya menangani divisi sepeda motor di India, namun Aoshima yakin bisa memimpin HPM di Indonesia. Ia mengaku sudah berpengalaman memimpin Honda di berbagai negara selama 15 tahun, sehingga tidak akan kesulitan memimpin HPM. Sebagai orang yang pernah 'menguasai' otomotif di India, Aoshima menilai pangsa pasar di India dan Indonesia tidak jauh berbeda. Menurutnya, saat ini pasar mobil India sedang booming karena pertumbuhan ekonomi yang cepat. Hal serupa juga bisa terjadi di Indonesia, terlebih karena jumlah penduduk yang sangat banyak sehingga potensi permintaan mobil bisa tinggi. Sementara Jonfis mengatakan, dua jabatan baru itu sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun dirangkap oleh presdir. Namun karena kapabilitas karyawan terus meningkat seiring perkembangan HPM, maka akhirnya jabatan dua direktur itu diserahkan kepada orang lain.
(qom/ir)










































