BPK: Akuntan Indonesia Disuap
Kamis, 24 Mei 2007 14:07 WIB
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai rapor kinerja kantor akuntan publik (KAP) di Indonesia masih banyak yang merah. Banyak KAP yang mau disuap untuk mempercantik laporan keuangan.Untuk itu, BPK akan menyeleksi KAP yang ingin mengaudit keuangan negara khususnya BUMN. Mulai tahun depan seleksi dimulai.Hal tersebut disampaikan Ketua BPK Anwar Nasution usai pelantikan 2 anggota baru BPK di kantor Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (24/5/2007)."Akan kita atur, karena akuntan Indonesia itu banyak yang buruk, saya katakan banyak yang buruk, di suap-suap semua. Contohnya coba lihat tahun 1997, akuntan Indonesa yang dipakai untuk mengaudit bank-bank dunia mana coba? Enggak ada, makanya saya katakan akuntan kita itu buruk," ujarnya.Menurut Anwar, tidak hanya akuntan publik yang buruk, namun juga akuntan yang bekerja di BPK dan BPKP."Saya katakan akuntan kita itu buruk, baik yang tergabung dalam IAI (Ikatan Akuntan Indonesia), juga BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan), BPK juga," ujar Anwar. Untuk itulah perlu dilakukan seleksi terhadap akuntan publik yang ingin memeriksa BUMN supaya kasus kesalahan laporan keuangan PT KA beberapa waktu lalu tidak terulang."Kita cek dulu bagaimana kinerja KAP ini, bener apa enggak, contohnya itu loh yang pernah kalian beritakan PT KA, bohong itu laporan keuangannya, saya sudah laporkan ke Menkeu. Tapi tidak ada tindakan, jadi nanti kita seleksi agar BUMN bisa diaudit, termasuk pemda, selama ini kan belum diatur," ujarnya.
(ddn/qom)











































