Kemilau Merasa Cuma Jadi Penggembira Tender Dipasena

Kemilau Merasa Cuma Jadi Penggembira Tender Dipasena

- detikFinance
Jumat, 25 Mei 2007 14:14 WIB
Jakarta - Konsorsium Neptune sudah ditetapkan sebagai pemenang tender tambak udang PT Dipasena Citra Darmaja. Pesaingnya PT Kemilau Bintang Timur mempertanyakan soal kriteria yang dinilai terlalu memihak satu pihak.Komisaris PT Kemilau Bintang Timur, Adiyoso mengaku penawaran Dipasena dari pihaknya mencapai Rp 826 miliar. Sedangkan Konsorsium Neptune yang beranggotakan PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima), PT Pertiwi Indonesia dan Blue Lion Group Pte.Ltd menawar Rp 688,125 miliar."Menang kalah itu biasa. Dari awal kita sangat confident karena didukung institusi internasional. Tapi saya jadi mempertanyakan kalau kriterianya luas lahan. Itu kan nggak perlu tender karena yang punya lahan luas satu-satunya di Indonesia hanya CP Prima," kata Komisaris PT Kemilau Bintang Timur, Adiyoso ketika dihubungi detikFinance, Jumat (25/5/2007).Adiyoso menjelaskan untuk pendanaan dan penasehat keuangannya PT Kemilau Bintang Timur menggandeng Mattlin Patterson (Global Opportunities Fund) yang beroperasi di London dan New York serta JP Morgan. Sedangkan untuk infrastruktur listrik menggandeng Medco.Sementara CP Prima memakai penasehat keuangan Barclays Capital dan BNP Paribas serta pendukung infrastruktrnya PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan PT Wijaya Karya."Tapi sampai akhir penawaran dan memasukkan amplop kami dinyatakan tidak memenuhi syarat, tapi ini pun kriterianya tidak jelas. Padahal dari sisi harga kami lebih tinggi dan sudah berkomitmen melakukan pendekatan sosial serta menggaji 8.000 karyawan Dipasena akhir Mei ini," ujar Adiyoso.Adiyoso mengaku perusahaannya memang hanya memiliki lahan kurang lebih 100 ribu hektar tambak udang. Luas areal ini memang jauh lebih kecil dibanding CP Prima yang memiliki 16.000 hektar lahan di beberapa lokasi dengan lahan terbesar tambak udang Bratasena yang kini bernama PT Central Pertiwi Bahari."Ini kan berarti kami hanya dijadikan penggembira, kalau luas lahan yang jadi penentunya dengan sejumlah kriteria yang ada," kata Adiyoso.Dipasena yang ditenderkan dua pihak tadi memiliki luas areal pertambakan (areal produksi) 16.250 hektar dan luas lahan konsesi pengembangan 170.000 hektar atau terbesar di dunia.Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjamin penjualan Dipasena sudah sesuai prosedur dan melihat dari berbagai aspek mulai dari harga, kesanggupan pembeli, masalah teknis termasuk komitmen kepada petani plasma.Pihak PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang melakukan tender belum bisa dimintai tanggapannya atas keberatan Kemilau tersebut. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads