10 BUMN Antri Go Public 2008

10 BUMN Antri Go Public 2008

- detikFinance
Jumat, 25 Mei 2007 17:25 WIB
Jakarta - Sebanyak 10 perusahaan BUMN akan diajukan kepada Komite Privatisasi mulai tahun ini agar bisa go public di tahun 2008.Hal ini dikatakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil saat makan siang dengan wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (25/5/2007). "Saya usahakan kalau bisa tahun depan bisa 10 BUMN, sedapat mungkin bisa melalui IPO (Initial Public Offering), agar semua masyarakat dapat memiliki BUMN dan juga agar pasar modal kita berkembang," ujarnya. Sofyan mengatakan bahwa percepatan go public BUMN adalah agar perusahaan pelat merah bisa memperbaiki struktur permodalannya. Namun Sofyan masih tutup mulut menyebutkan BUMN yang akan go public itu. "Kita akan mempercepat prosesnya (go public), kita akan mengajukan ke Komite Privatisasi sekelompok kemudian akan kita bawa ke DPR. Kita harapkan DPR bisa memberikan approval dan nanti BUMN mana yg sudah siap. Jangan satu-satu kita minta sehingga bisa mengambil manfaat pasar yang lagi booming, sekarang kan yang besar mendorong pasar modal itu bukan BUMN," paparnya. Sofyan mengatakan, IPO BUMN cukup penting agar BUMN tersebut bisa melakukan ekspansi usahanya. "Sekarang sulit karena mereka tidak punya modal, cashflow-nya kesulitan, jadi untuk BUMN yang mempunyai kesempatan bagus dalam pengembangan bisnisnya akan kita percepat untuk go public," jelasnya. Secara terpisah Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan, kemungkinan BUMN yang akan diajukan ke Komite Privatisasi antara lain adalah Bank Tabungan Negara (BTN) dan Krakatau Steel. "Kedua BUMN ini kan sempat tertunda di tahun ini untuk go public, pokoknya yang jelas yang kemarin sempat tertunda akan kami ajukan lagi," ujarnya. Saat ini masih ada sekitar 12 BUMN yang sudah disetujui Komite Privatisasi yang sedang antri menunggu persetujuan DPR. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads