5 Kontrak Blok Migas Kadaluwarsa Pada Bulan Mei
Minggu, 27 Mei 2007 16:15 WIB
Jakarta - Masa berlaku kontrak 5 blok migas di Indonesia yang ditandatangani pada tahun 1997 akan berakhir pada bulan Mei ini. Selama masa kontrak 10 tahun hingga tahun 2007, kelima kontrak tersebut belum pernah diperpanjang. Berdasarkan Katalog Profil Kontraktor Kontrak Kerja Sama Status Eksplorasi Tahun 2007 (Status 31 Desember 2006) yang dikutip detikFinance, Minggu (27/5/2007), kelima kontrak tersebut ditandatangani secara sekaligus pada 15 Mei 1997. Dalam katalog tersebut juga disebutkan bahwa masing-masing kontraktor sudah mengeluarkan sejumlah dana untuk mengeksplorasi blok-blok tersebut. Jika kontrak diputus oleh pemerintah, maka sekitar US$ 97,086 juta yang telah dikeluarkan tidak bisa dilanjutkan.Blok-blok tersebut adalah pertama Blok Korinci Baru di Sumatera Tengah. Blok ini dikelola oleh Kalila Ltd yang memiliki 100 persen saham di blok ini. Hingga 31 Desember 2005, Kalila melaporkan telah mengeluarkan US$ 12,357 juta yang digunakan antara lain untuk pengeboran, administrasi dan G&G (geologi dan geofisik). Kedua adalah blok North East Natuna di Laut Natuna yang dioperasikan oleh Titan Resources. Di blok ini Titan mendominasi dengan memiliki 90 persen saham dan sisanya dimiliki Binatek Reka Kruh. Hingga 31 Desember 2005, Titan melaporkan telah mengeluarkan S$ 14,529 juta. Dana itu hanya digunakan untuk mengebor 1 sumur pada 2001. Ketiga adalah blok Onshore Madura di Madura, Jawa Timur. Eksplorasi di blok yang dikelola JOB Pertamina-Medco Madura Pty Ltd ini telah memakan biaya US$ 16,020 juta hingga 31 Desember 2005. Medco memiliki 65 persen saham di blok ini, sedangkan Pertamina memiliki 35 persen sisanya. Keempat adalah blok Saliki di Lepas Pantai Kalimantan Timur. Total Saliki menjadi operator di blok ini walau saham yang dimiliki sama dengan Inpex Off. Northwest Mahakam, yaitu 50:50. Hingga 31 Desember 2005 dilaporkan eksplorasi migas di blok ini telah memakan biaya hingga US$ 5,136 juta. Dana tersebut digunakan antara lain untuk studi geofisika, seismik 3D, administrasi, dan lain-lain.Terakhir adalah blok Tanjung Jabung di Jambi. Blok yang sahamnya didominasi oleh Petronas carigali sebanyak 90 persen dan sisanya dimiliki Consolidated Energyini telah memakan biaya US$ 15,031 juta hingga akhir 2005. Dana sebesar itu digunakan antara lain untuk pengeboran, administrasi, dan pengadaan data seismik. Namun hingga Minggu terakhir bulan Mei ini Ditjen Migas belum mengumumkan status kelima kontrak tersebut.
(lih/ddn)











































