Pemerintah Putus Kontrak Serica Energy di Blok Asahan
Minggu, 27 Mei 2007 17:21 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memutuskan kontrak eksplorasi migas di blok Asahan Sumatera Utara yang dikuasai oleh Asia Petroleum Development Limited (APDL), anak perusahaan dari Serica Energy Corporation.Berdasarkan Katalog Profil Kontraktor Kontrak Kerja Sama Status Eksplorasi (Status 31 Desember 2006) yang dikutip detikfinance, Minggu (27/5/2007), blok ini ditandatangani pada 17 Desember 1996. Selain APDL yang menguasai 73,824 persen saham diblok ini, ada Jagen Aseahan Pty Ltd sebanyak 12,132 persen, Risjad Salim Resources Asahan (RSRA) sebanyak 10 persen dan Greevest Asahan Pty Ltd sebanyak 4,044 persen.Hingga 31 Desember 2005, dilaporkan bahwa eksplorasi di blok ini sudah memakan biaya hingga US$ 20,071 juta. Biaya tersebut digunakan antara lain untuk pengeboran sumur, G&G (geologi dan geofisik), dan administrasi. Pada awalnya (1996), blok ini dimiliki utuh oleh RSRA, lalu sempat terbagi-bagi pada 6 perusahaan tahun 2003.Terakhir, pada 17 Februari 2006 RSRA hanya tinggal memiliki 10 persen dan sisanya terpecah pada 3 perusahaan lainnya. Di blok ini rencananya akan dibor 2 sumur Kambuna-1 dan Kambuna-2. Dari kedua sumur itu diharapkan bisa dijual sekitar 50 mmscfd gas dan akan ditambah 25-75 mmscfd pada 2008 dari sumur Tigor-1.PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) pernah memiliki 15 persen saham di blok Asahan. Namun Medco menjual sahamnya ke APDL pada Agustus 2005.Blok Asahan merupakan blok migas yang terletak sebelah lepas pantai Sumatera Utara yang memiliki luas 4.200 kilometer persegi.
(lih/ddn)











































