Mutu Kakao Sulawesi Rendah Gara-gara Eksportir AS
Senin, 28 Mei 2007 17:00 WIB
Jakarta -
Perlakuan eksportir Amerika Serikat (AS) telah membuat petani kakao Sulawesi terperangkap untuk menghasilkan kakao dengan mutu rendah. Departemen Pertanian menemukan hampir sebagian besar atau 80 persen eksportir kakao di Sulawesi adalah pesanan dari AS yang sengaja meminta kakao tidak berfermentasi (bermutu rendah).Demikian disampaikan Kepala Badan Karantina Departemen Pertanian Syukur Iwantoro, disela rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2007)."Pengenaan automatic detention (pemotongan otomatis 10 persen dari harga yang disepakati) terhadap kakao Indonesia berlaku sejak tahun 1992, karena dinilai kakao Indonesia bermutu rendah dan terkontaminasi serangga," ujar Syukur.Dijelaskan Syukur kakao yang dikirim tanpa fermentasi harganya akan dipotong lagi sebesar US$ 200 per ton, padahal sebagian kakao yang diekspor ke AS tidak difermentasi karena itu permintaan dari eksportir sendiri. Ia menyayangkan kejadian ini karena sebagian besar kakao yang diekspor asal Sulawesi merupakan hasil perkebunan rakyat. Sehingga pengenaan diskon ganda tersebut sangat merugikan petani kecil kakao di Sulawesi."Sementara kakao di daerah lain seperti Jawa dikelola oleh perkebunan besar dengan mutu tinggi sehingga pengenaan automatic detention sangat merusak citra secara keseluruhan," beber Syukur.Untuk itu Syukur mengusulkan dilakukannya audit terhadap kebun kakao rakyat oleh auditor dari Food and Drug Administration (FDA) AS, dan mengecek pendistribusiannya sampai dengan ke pelabuhan pengeluaran.Selain itu, Syukur juga meminta dikirimkannya ahli fumigasi FDA untuk melatih petugas karantina terutama yang betugas di pelabuhan pengeluaran kakao. Dan meminta FDA melakukan penelitian terhadap life cycle insect di kakao."Pihak AS mengaku keberatan dengan permintaan yang pertama, karena alasan tidak ada dana. Dan untuk permintaan yang kedua dan ketiga mereka setuju, yang dana akan diusulkan ke USAID," papar Syukur.
(hdi/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































