Bantalan Mobil Hemat Energi

Bantalan Mobil Hemat Energi

- detikFinance
Senin, 28 Mei 2007 18:21 WIB
Jakarta - Perusahaan bearing atau bantalan asal Swedia, Svenska Kugelahaar Fabricen (SKF) meluncurkan Tapered Roller Bearing yang dapat membuat energi yang dikeluarkan lebih efisien 30%. Namun, untuk mendapatkannya Anda harus mengocek kantong lebih dalam ketimbang membeli bearing lain. "Memang akan sedikit lebih mahal, tapi di sisi lain customer akan menghemat untuk energinya," ujar Predir SKF Group Tom Johnstone tanpa menyebutkan berapa harga yang dibandrol. Tom menjelaskan, penghematan energi ini memang tidak berimbas langsung pada bahan bakar yang digunakan, tapi lebih pada kinerja mesin secara keseluruhan. SKF merupakan perusahaan yang memproduksi bearing skala internasional. Ia bahkan sudah memasok untuk Daihatsu, Isuzu, bahkan Mercedes Benz. Di Indonesia sendiri SKF sudah hadir sejak 1919, dan terus meningkatkan investasinya disini. "Bagi kami Indonesia merupakan basis produksi sekaligus pasar yang penting," ujarnya dalam konferensi pers di Hotal Gran Melia, Jakarta, Senin (28/5/2007). Seperti Desember tahun lalu, SKF telah menambah kapasitas produksi pabriknya yang berada di Cakung, Jakarta Timur menjadi 80 juta unit/tahun. Komponen yang digunakan sebagian akan diimpor dari Jepang dan Cina seperti besi untuk bearing-nya. Menurut Product Development SKF Indonesia Nyoman Trimantara, produksi dari pabrik ini dipasok ke hampir semua merek motor di Indonesia. "Kalau ada mobil yang bisa pakai dengan ukuran yang sama, kita pasok juga, Seperti Isuzu dan Mercedes," tambahnya. Namun Tom menegaskan, pihaknya juga berencana akan mengekspor produk yang dihasilkan dari pabrik ini. "Tapi kalau kami beritahukan kemana ekspornya pada Anda, sama saja kami beritahu kompetitornya," ujarnya. Terkait persaingan dengan produk Jepang dan Cina, SKF mengaku optimis tetap akan jadi market leader di bisnis ini. Di Indonesia, SKF merupakan perusahaan joint venture. SKF Group memiliki 84% sahamnya, disusul Astra 14%, dan 2% sisanya dimiliki keluarga pendiri. SKF saat ini menguasai 35 persen pangsa bantalan di Indonesia. (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads