Soal Kritik BPS
JK: Ada Teman Yang Merasa Pintar
Selasa, 29 Mei 2007 11:39 WIB
Jakarta - Keabsahan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dikritik habis-habisan oleh Tim Indonesia Bangkit. Wapres Jusuf Kalla menilai, ada yang bahagia jika angka BPS jelek."Ada teman-teman yang merasa pintar, begitu statistik jelek, inflasi naik, kemiskinan naik, pengangguran naik, tepuk tangan," kritik Kalla.Ia menyampaikan hal itu disela-sela acara 'Indonesia Investor Forum 2', di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (29/5/2007). Seperti diketahui, TIB dalam rapat kerja dengan DPR menyampaikan kritikannya terhadap data-data yang dirilis oleh BPS. Misalnya saja tentang data pengangguran, yang baru-baru ini dirilis dan angkanya menunjukkan penurunan. TIB juga menuding BPS sengaja memperkecil angka pengangguran. Satu caranya adalah dengan menambahkan definisi pekerja bagi orang yang bekerja walaupun tidak digaji atau pendapatannya tidak mencukupi kebutuhan dasarnya. Misalnya Pak Ogah, orang yang sering membantu mobil saat memutar di jalan.Wapres merasa prihatin dengan kritikan tersebut. "Inilah bangsa ini, miskin benar, menterinya jelek, presidennya jelek. Begitu kita kerja lebih baik pertumbuhan naik, pengangguran turun yang disalahkan statistik. Wah bahaya itu statistik salah," cetusnya. "Saya sungguh kasian, saya nggak habis pikir, jadi kalau rakyat senang ada yang tidak bisa tidur. Kasian. Itu salah," tandasnya.
(ddn/qom)











































