Pemerintah Segera Tenderkan Jaringan INSW
Selasa, 29 Mei 2007 19:01 WIB
Jakarta - Seiring tuntasnya blue print Indonesia National Single Window (INSW ) pada bulan Juni, pemerintah akan segera mentenderkan jaringan INSW yang akan menyedot dana sekitar Rp 500-600 miliar. Pilot project INSW Tanjung Priok diharapkan akan mulai berjalan Desember tahun ini.Hal tersebut ditegaskan Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady disela Workshop INSW dimenara kadin, Jl. Rasuna Said Kuningan, Selasa (29/5/2007)."Persiapan INSW sudah mencapai 80% yang menyangkut administrasi dan 20% lagi tender. Saya harapkan tender sudah bisa dimulai akhir Juni," katanya.Pemerintah menurutnya tidak akan berlama-lama untuk memulai INSW karena harus ikut Asean Single Window (ASW) pada September 2008."Walau namanya INSW Tanjung Priok, sistem ini berlaku nasional sehingga bisa segera berlaku di pelabuhan lainnya," katanya.Edy menjelaskan, pembuatan INSW menyedot dana besar karena jumlah pelabuhan di Indonesia sangat banyak. Paling tidak ada 10 pelabuhan yang bakal terintegrasi dengan melalui INSW seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Tanjung Mas, dan Makassar.Ditemui ditempat yang sama, Ketua Satuan Petugas Keterpaduan Ketentuan Prosedur Ekspor dan Impor Tim Persiapan INSW 2007 Harmen Sembiring mengungkapkan jaringan empat instansi sudah terintegrasi dengan baik."Jaringan sudah siap di Departemen Perdagangan, Bea Cukai, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), dan Karantina," katanya.Ia menjelaskan, saat ini ada 37 intansi pemerintah yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor. Sementera ini, baru siap empat instansi. "Tapi, sebelum berlangsung Asean Single Window September 2008, ke-37 instansi itu harus sudah terintegrasi semuanya," katanya.Sementara itu, Komite Tetap Informatika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Agoes Silaban menyatakan Kadin juga akan mengkaji sistem INSW agar benar-benar efektif. "Tidak semua sistem yang diadopsi bulat-bulat dari dari Ameriksa Serikta atat Eropa cocok di Indonesia. Karena itu, Kadin juga nanti akan memberikan masukan kepada pemerintah," katanya.
(arn/qom)











































