Industri Tekstil dan Elektronika Paling Siap Go Public
Rabu, 30 Mei 2007 15:39 WIB
Jakarta - Industri yang dinilai paling siap untuk masuk pasar modal (go public) adalah elektronika, tekstil, dan makanan minuman. Ketiga industri ini selalu memperlihatkan kinerja yang baik.Ekspor tekstil dan produk tekstil tahun 2006 mencapai US$ 9,4 juta, danekspor elektronika, telematika dan mesin listrik mencapai US$ 11,98 juta.Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idrsi, dalam acaraIndonesia Investor Forum II, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (30/5/2007)."Tekstil dan elektronika paling berpotensi untuk masuk pasar modal karenamenunjukkan prospek yang baik, apalagi dilihat dari pertumbuhan angkaekspornya," ujar Fahmi.Dilanjutkan Fahmi, namun saat ini yang masuk ke pasar modal justru dariindustri rokok, seperti BAT Indonesia, Gudang Garam, dan Sampoerna.Diuraikan Fahmi, setidaknya ada 16 sektor industri yang siap masuk pasarmodal, yaitu industri makanan dan minuman sebanyak 33 perusahaan, industri pengolahan hasil laut 11 perusahan, tekstil dan produk tekstil 22 perusahaan, alas kaki 21 perusahaan, industri turunan minyak kelapa sawit sebanyak 14 perusahaan.Lalu industri pengolahan kayu sebanyak 10 perusahaan, pengolahan karet dan barang karet 11 perusahaan, pulp dan kertas 11 perusahaan, mesin listrik dan peralatan listrik 20 perusahaan, petrokimia 30 perusahaan, baja 10 perusahaan, mesin dan peralatan pabrik, konstruksi dan pertambangan 15 perusahaan, alat mesin pertanian 9 perusahaan, semen 9 perusahaan, elektronika konsumsi 14 perusahaan, keramik 7 perusahaan, dan industri otomotif sebanyak 18 perusahaan.Menurut Fahmi, masih terdapat banyak pelaku industri yang belum masukpasar modal. Oleh karena itu pemerintah perlu mendorong agar masuk kepasar modal, supaya dapat menciptakan daya saing di pasar global.Dengan masuk ke pasar modal perusahaan bisa menjadikan pasar modal sebagai sumber pembiayaan, mengingat masalah modal menduduki rangking nomor 3 dalam masalah yang dihadapi industri, setelah masalah perizinan."Bagaimana pasar modal bisa menjadi sumber untuk mencari keuntungan yangwajar, sehingga pasar modal bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat," tutup Fahmi.
(hdi/ir)











































